SAMBAR.ID, Morowali, Sulteng - Kapolsek Bahodopi, IPDA Ewaldo Tasmi, S.Tr.K, memberikan klarifikasi terkait isu dugaan kekerasan terhadap jurnalis dalam aksi demonstrasi yang terjadi di kawasan PT Indonesia Morowali Industrial Park (PT IMIP) dan PT Cemerlang Servis Perawatan (CSP), Jum'at (13/2/2026).
Hingga saat ini, pihak kepolisian menegaskan belum menerima laporan resmi mengenai adanya tindak kekerasan yang menyasar awak media. Meski demikian, kepolisian tengah menangani kasus dugaan penganiayaan lainnya yang melibatkan oknum keamanan perusahaan terhadap peserta aksi.
Poin Utama Penjelasan Kapolsek:
*Isu Kekerasan Jurnalis: Kapolsek menyatakan bahwa berdasarkan basis data laporan kepolisian, tidak ditemukan adanya laporan penganiayaan atau kekerasan yang menimpa jurnalis di lapangan.
*Dugaan Penganiayaan Karyawan: Ipda Ewaldo mengungkapkan bahwa laporan yang masuk justru terkait dugaan penganiayaan terhadap seorang pendemo yang juga merupakan karyawan. Pelakunya diduga merupakan oknum security.
*Proses Hukum: Pihak Kepolisian Sektor Bahodopi berkomitmen untuk mendalami isu yang beredar dan memproses laporan penganiayaan karyawan tersebut sesuai prosedur hukum.
Saat ini jelasnya, memang benar ada adalah laporan dugaan penganiayaan terhadap seorang pendemo/karyawan yang diduga dilakukan oleh oknum security.
"Kami akan menindaklanjuti dan memproses laporan tersebut sesuai hukum yang berlaku,” tegas IPDA Ewaldo Tasmi dalam keterangan resminya, Jumat (13/2/2026).
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi, sembari memastikan bahwa setiap laporan pelanggaran hukum akan ditangani secara profesional.**/Red
Source : Hms Polres Morowali









