Puskesmas Jatireja Subang Menerima Kunjungan Duta Netherlands Leprosy Relief


Tim NRL Amsterdam Belanda disambu hamgat oleh Kepala Desa Jatimulya Din Wahidin 


Sambar.id. Subang, Jabar - UPTD Puskesmas Jatireja  Kecamatan  Compreng, Kabupaten Subang menerima  kunjungan Duta Netherlands Leprosy Relief (NRL) Amsterdam Belanda Yunnick Wolkfensperger bersama Marianna Wilemsen, pada Sabtu 14 Februari 2016.


Kunjungan NRL Amsterdam ke UPTD Puskesmas Jatireja ini bertujuan untuk memperkuat kerjasama dalam upaya pengendalian dan penanganan penyakit kusta berbasis komunitas.

Kepala UPTD Puskesmas Jatireja H. Isam Syamsudin dalam kesempatan tersebut sangat mengafresiasi atas kunjungan NLR Amsterdam Belanda. Menurut dirinya kunjungan Yayasan Nirlaba yang konsent terhadap penanganan Kusta ini, merupakan wujud kepedulian terhadap isu kesehatan di masyarakat khususnya terhadap penyakit kusta.

"Kami sangat mengapresiasi atas kunjungan dari NLR yang sudah jauh-jauh datang ke UPTD Puskesmas Jatireja ini untuk memberikan perhatian dengan urusan-urusan kesehatan, khususnya masalah pemberantasan penyakit kusta," tuturnya.


H. Isam menyampaikan, tadi tokoh potensial dan warga Jatimulya yang pernah mengalami kusta memberikan testimoni. Mereka juga sudah melakukan perawatan secara intensif dan hasilnya sudah dinyatakan sembuh.


"Alhamdulillah tim NLR Amsterdam Belanda juga sangat senang dengan komitment dan upaya yang sudah dilakukan," ucap H.Isam.

Sementara itu Kabid P2P Dinas Kesehatan Kabupaten Subang dr Indiarti Oetami yang turut mendampingi tim NRL Amsterdam menegaskan, penyakit kusta bukan penyakit kutukan atau penyakit keturunan dan bisa sembuh yang terpenting ditemukan lebih awal dan diobati sampai tuntas.

"Masyarakat tak perlu khawatir, jangan dijauhi tetap ditemani saja, karena penyakit tersebut tidak semudah itu ditularkan. Kita perlu berinteraksi berjam-jam sampe akhirnya bisa tertular dan memang yang perlu di lebih di ingat kepada masyarakat adalah masa inkubasi bakterinya ditubuh kita bisa 2-5 tahun. Selama pasien tersebut rutin minum obat selama 2 minggu kuman itu tidak akan menularkan" jelasnya.

"Saya juga mengucapkan terimakasih kepada kepala UPTD Puskesmas Jatireja Petugas Kusta dan tokoh potensial yang telah mngedukasi masyarakat sehingga stigma kusta di Desa Jatimulya sudah hampir tidak ada," pungkasnya. (*)
Lebih baru Lebih lama