SAMBAR.ID, Palu, Sulteng - Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah (Polda Sulteng) bergerak cepat meredam tensi pasca-konflik antara masyarakat tambang Poboya dengan pihak PT Citra Palu Mineral (CPM).
Melalui pendekatan persuasif, Wakapolda Sulteng Brigjen Pol. Dr. Helmi Kwarta Kusuma Putra Rauf, S.I.K., M.H., turun langsung meredam dan memfasilitasi pertemuan kedua belah pihak. Hadir pula mendampingi Kapolresta Palu, Kombes Pol Hari Rosena S.I.K bersama jajaran.
Pertemuan yang berlangsung belum lama ini digelar dalam suasana silaturahmi yang hangat dan kekeluargaan.
Langkah ini diambil sebagai bentuk kehadiran negara dalam menjaga stabilitas keamanan serta mencari titik temu yang adil bagi warga maupun pihak perusahaan.
Penyelesaian Secara Kekeluargaan
Dalam arahannya, Brigjen Pol. Helmi Kwarta menekankan pentingnya menjaga kondusivitas wilayah melalui dialog yang sehat. Beliau menyampaikan pesan-pesan kamtibmas secara humanis, meminta semua pihak untuk menahan diri dan mengutamakan musyawarah.
"Pendekatan kita adalah persaudaraan. Masalah yang ada harus dicarikan solusi tanpa perlu ada kekerasan, sehingga iklim investasi berjalan baik dan kesejahteraan masyarakat lokal tetap terjaga," ujar Wakapolda di hadapan tokoh adat dan perwakilan manajemen PT CPM.
Respons Positif Tokoh Adat
Kehadiran jenderal bintang satu tersebut disambut baik oleh para Tokoh Adat dan Tokoh Masyarakat Poboya. Mereka mengapresiasi langkah cepat Polda Sulteng yang bertindak sebagai penengah tanpa memihak, sehingga suasana yang sempat tegang kembali mencair.
Pihak PT Citra Palu Minerals juga menyatakan komitmennya untuk terus menjalin komunikasi intensif dengan masyarakat sekitar lingkar tambang guna meminimalisir potensi gesekan di masa mendatang.
Hingga saat ini, situasi di kawasan Poboya dilaporkan aman dan terkendali. Aktivitas masyarakat maupun operasional perusahaan mulai kembali normal dengan pengawasan tetap mengedepankan pola pengamanan yang humanis.**/Tim Red.








