Wujudkan WBBM, Kejati Sulteng Gelar Apel Integritas dan Beri Penghargaan Khusus Pegawai Disabilitas

 

KEGIATAN YANG DIPIMPIN LANGSUNG oleh Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah, Nuzul Rahmat R, S.H., M.H., ini berlangsung khidmat di lapangan upacara kantor Kejati Sulteng, Senin (09/02/2026)/F-Penkum Kejati Sulteng 


SAMBAR.ID, Palu, Sulteng - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tengah menegaskan komitmennya dalam memperkuat budaya kerja yang bersih melalui Apel Integritas menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).


Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah, Nuzul Rahmat R, S.H., M.H., ini berlangsung khidmat di lapangan upacara kantor Kejati Sulteng, Senin (09/02/2026).


Dalam amanatnya, Kajati Nuzul Rahmat menekankan bahwa pembangunan Zona Integritas (ZI) bukan sekadar formalitas administratif atau beban kerja tambahan. 


Sebaliknya, hal tersebut harus menjadi kesadaran kolektif untuk membentuk birokrasi yang profesional, efektif, dan efisien.


"Pencapaian predikat WBK (Wilayah Bebas dari Korupsi) dan WBBM bukanlah tujuan akhir, melainkan bentuk pengakuan atas perbaikan tata kelola pemerintahan yang berkelanjutan," tegas Nuzul Rahmat di hadapan seluruh jajaran.


Hingga tahun 2026, tercatat empat satuan kerja di wilayah hukum Kejati Sulteng telah meraih predikat WBK, yaitu:

 * Kejati Sulawesi Tengah (2019)

 * Kejari Buol (2019)

 * Kejari Banggai (2023)

 * Kejari Palu (2025)


Mengingat terdapat total 12 Kejari dan 13 Cabang Kejari di Sulteng, Kajati mendorong percepatan pembangunan ZI di seluruh satuan kerja agar pelayanan publik yang cepat, tepat, dan humanis dapat dirasakan merata oleh masyarakat.


Penandatanganan Pakta Integritas dan Agen Perubahan




Sebagai bukti nyata, seluruh pegawai melakukan penandatanganan pakta integritas dan komitmen bersama. Selain itu, dilakukan pula penyematan selempang Agen Perubahan kepada perwakilan pegawai. 


Para agen ini diharapkan menjadi motor penggerak reformasi birokrasi dan perubahan pola pikir (mindset) di lingkungan kerja masing-masing.


Apresiasi untuk Pegawai Disabilitas


Momen emosional mewarnai rangkaian apel kali ini. Kajati Nuzul Rahmat memberikan penghargaan khusus kepada M. Takdir, seorang staf bidang Pembinaan Kejati Sulteng penyandang disabilitas.


Meski memiliki keterbatasan fisik, M. Takdir dinilai memiliki etos kerja, loyalitas, dan dedikasi yang luar biasa terhadap institusi. Sebagai bentuk apresiasi, Kajati memberikan bantuan berupa satu unit sepeda motor yang didesain khusus. Kendaraan modifikasi ini diharapkan dapat menunjang mobilitas dan semangat M. Takdir dalam menjalankan tugas sehari-hari.


Apel Integritas ini menjadi sinyal kuat bahwa Kejati Sulteng optimis mampu mewujudkan pemerintahan yang bersih dari KKN (Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme) sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik di seluruh wilayah hukum Sulawesi Tengah.***


Lebih baru Lebih lama