Sambar.id Makassar || Keberhasilan operasi kemanusiaan dalam medan ekstrem Pegunungan Bulusaraung mendapat apresiasi tertinggi dari negara. Komandan Kodaeral VI (Dankodaeral VI) Laksamana Muda TNI Andi Abdul Aziz, S.H., M.M., secara resmi menerima Piagam Penghargaan dari Kepala Basarnas RI atas dedikasi luar biasa prajurit TNI AL dalam operasi SAR kecelakaan pesawat ATR 42-500 PK-THT bertempat di ruang kerja Dankodaeral VI, Jumat (06/03/2026).
Penghargaan kehormatan ini diserahkan langsung oleh Kepala Kantor SAR (Kakansar) Makassar, Bapak Muhammad Arif Anwar, S.Sos., M.M., yang bertindak mewakili Kepala Basarnas RI, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, S.S.I.P., M.M., CHRMP.
Bentuk Nyata Profesionalisme Prajurit Laut operasi SAR pada kecelakaan pesawat ATR 42-500 PK-THT di medan terjal Maros beberapa waktu lalu bukanlah tugas ringan. Keterlibatan personel Kodaeral VI terbukti menjadi faktor kunci dalam percepatan evakuasi dan penguasaan medan sulit.
"Penghargaan ini bukan sekadar lembaran kertas, melainkan bukti nyata keberadaan TNI AL yang selalu hadir di tengah kesulitan rakyat, bahkan di puncak gunung sekalipun," ujar Dankodaeral VI.
Dalam suasana yang penuh sinergi, Dankodaeral VI didampingi oleh sejumlah pejabat teras, di antaranya Asops Dankodaeral VI, Danyonmarhanlan VI dan Kepala Seksi Operasi dan Siaga, Bapak Andi Sultan, S.E.
Pertemuan ini tidak hanya membahas apresiasi atas keberhasilan masa lalu, tetapi juga memperkuat komitmen interoperability antara TNI AL dan Basarnas dalam menghadapi potensi bencana dan kedaruratan di wilayah kerja Kodaeral VI di masa depan.
Ketangguhan personel Kodaeral VI dalam mendukung operasi darat maupun laut menjadi sorotan utama dalam keberhasilan misi kemanusiaan tersebut.#tnial_kodaeralvi






.jpg)





