Irjen Sandi Nugroho Tegaskan Pengawasan Senpi di Tengah Maraknya Kejahatan Bersenjata


Sambar.id Palembang, 11 Maret 2026 – Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Dr. H. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., menyoroti maraknya peredaran serta penyalahgunaan senjata api ilegal yang kerap menjadi alat dalam berbagai tindak kriminal di tanah air. Pernyataan ini disampaikannya saat menerima lawatan kerja pengurus Persatuan Menembak Indonesia (Perbakin) Provinsi Sumatera Selatan di Ruang Rapat Kapolda, Gedung Presisi Polda Sumsel, Rabu pagi.

 

Menurut Kapolda, pengawasan terhadap kepemilikan dan penggunaan senjata api oleh masyarakat sipil wajib dilakukan secara ketat. Hal ini bertujuan mencegah potensi penyalahgunaan yang berisiko mengganggu keamanan publik.

 

“Kami sangat mendukung perkembangan olahraga menembak di Sumatera Selatan. Namun demikian, pengawasan terhadap kepemilikan dan penggunaan senjata api harus tetap dilakukan secara ketat. Pencegahan harus selalu menjadi prioritas agar keamanan dan kenyamanan masyarakat tetap terjaga,” tegas Kapolda Sumsel.

 

Ia juga menegaskan bahwa peredaran senjata api ilegal – baik berupa senjata rakitan maupun airsoft gun yang dimodifikasi menyerupai senjata api asli – dapat menjadi ancaman serius bagi keamanan dan ketertiban masyarakat.

 

Oleh karena itu, Kapolda menginstruksikan agar evaluasi terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP) penggunaan senjata api dilakukan secara berkala. Selain itu, pengawasan terhadap kepemilikan senjata api oleh masyarakat juga perlu diperkuat untuk memastikan seluruhnya berada dalam pengawasan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

 

Dalam pertemuan tersebut, Kapolda Sumsel diterima oleh Ketua Umum Perbakin Sumsel Anto Bambang Utoyo beserta jajaran pengurusnya, antara lain Penasehat Asfan Sanaf, Bendahara Adam Sautin, Ketua Bidang Reaksi Seno Mahyudin, dan Ketua Bidang Berburu Alex Suhendra.

 

Sementara itu, Kapolda didampingi oleh sejumlah pejabat utama Polda Sumsel, yaitu Dir Intelkam Kombes Pol Tony Budhi Susetyo, Dir Reskrimum Kombes Pol Johannes Bangun, Dansat Brimob Kombes Pol Susnadi, serta Kabid Propam Kombes Pol Raden Azis Safiri.

 

Pertemuan ini menjadi forum strategis untuk memperkuat sinergi antara Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dengan organisasi olahraga menembak. Kolaborasi ini diharapkan dapat mendukung pembinaan atlet sekaligus menjaga agar pengelolaan senjata api tetap berjalan dalam koridor hukum.

Dalam kesempatan yang sama, Perbakin Sumsel menyampaikan rencana penyelenggaraan kompetisi menembak tingkat nasional di wilayah Sumatera Selatan. Acara tersebut direncanakan akan mencakup berbagai kategori lomba, antara lain tembak reaksi, tembak berburu, tembak sasaran, long range shooting, serta tembak pistol.

 

Selain itu, Perbakin Sumsel juga mengusulkan penyelenggaraan turnamen khusus yang diberi nama “Kapolda Sumsel Cup”. Turnamen ini diharapkan dapat menarik partisipasi atlet menembak dari berbagai daerah di Indonesia.

 

Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa kolaborasi antara Polri dan organisasi olahraga menembak memberikan kontribusi positif ganda – baik bagi peningkatan keamanan masyarakat maupun pengembangan olahraga di daerah.

 

“Polda Sumsel selalu terbuka terhadap kerja sama dengan berbagai elemen masyarakat, selama berjalan dalam koridor hukum dan mendukung stabilitas keamanan serta ketertiban masyarakat,” ujar Kombes Pol Nandang.

 

Melalui penguatan pengawasan senjata api dan sinergi yang erat dengan berbagai pihak, Polda Sumatera Selatan berkomitmen untuk terus menjaga keamanan publik sekaligus mendukung perkembangan olahraga menembak di daerah

( Amelia).

Lebih baru Lebih lama