Islam Bukan Sekedar Cerita, Tetapi Ilmu


Sambar.idOpini || Banyak umat Islam merasa sudah memahami agama hanya karena mendengar ceramah atau cerita indah dari mimbar. Padahal, Islam adalah agama ilmu. Sumber utamanya, Al-Qur’an, berisi ribuan kata dan ayat yang menuntut pemahaman mendalam, bukan sekadar diulang-ulang tanpa kajian.


Perdebatan tanpa dasar sering menjadi “carita silante kante”—percakapan kosong tanpa menyentuh akar persoalan. Menolak pemahaman keliru bukan berarti menolak Islam, melainkan membela kebenaran ajaran hakiki.


Umat harus kembali ke semangat wahyu pertama: membaca dan memahami. Kebenaran tidak lahir dari banyaknya cerita, tetapi dari kedalaman ilmu yang kita pahami.


Tulisan ini terinspirasi dari penuturan Puang Kahar Ilyas, ahli sejarah Kajang yang kini bermukim di Bone.


Penulis: Andi Syarifuddin

Lebih baru Lebih lama