SAMBAR.ID, Palu, Sulteng - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Sulawesi Tengah menegaskan bahwa program mudik gratis yang mereka selenggarakan tahun ini diprioritaskan khusus bagi para kader dan anggota partai.
Langkah ini diambil sebagai bentuk pelayanan internal partai kepada para pengurus dan pemilik kartu tanda anggota (KTA) PSI.
Ketua DPP PSI H. Ahmad M. Ali menyatakan bahwa keputusan untuk membatasi peserta mudik hanya bagi anggota dilakukan karena adanya keterbatasan jangkauan dan sumber daya partai.
Selain itu, ia menilai kurang etis jika PSI sebagai partai kecil harus menanggung fasilitas mudik bagi masyarakat umum yang mungkin saja merupakan simpatisan partai besar lainnya.
"Sebagai partai politik, kami punya keterbatasan jangkauan. Maka dari itu, resource partai kami gunakan untuk berbagi mudik ini sebatas pada anggota PSI saja," ujarnya kepada awak media baru baru ini.
Terkait adanya kekecewaan dari sebagian masyarakat di media sosial yang menuduh PSI memanfaatkan momen mudik, pihak PSI memberikan klarifikasi bahwa mereka bukanlah lembaga sosial. Menurutnya, pelayanan mudik untuk masyarakat luas secara umum adalah ranah pemerintah melalui instansi terkait.
"Yang ingin mudik gratis masyarakat umum, silakan ke Dinas Perhubungan Provinsi atau Kota. Tapi untuk kader PSI, jangan, karena kami yang memfasilitasi," tambahnya.
Untuk wilayah Sulawesi Tengah, pendaftar mudik gratis ini telah mencapai kurang lebih 1.000 hingga 2000 orang. Rencananya, pemberangkatan mudik untuk wilayah ini akan dilaksanakan pada tanggal 15 mendatang.
Selain di Sulteng, PSI juga menggelar program serupa di Jakarta dengan skala yang lebih besar, yakni menyediakan sekitar 300 bus untuk memberangkatkan 18.000 pemudik yang dijadwalkan berangkat pada 18 mendatang.**/Red.






.jpg)





