Sambar. Id Polres Pekalongan – Polda Jateng - Nasib nahas menimpa seorang pria asal Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan. Korban yang diketahui bernama Sutikno (48) tewas seketika usai tersambar petir saat sedang asyik melepas burung merpati di area persawahan, Sabtu (28/3/2026) siang.
Peristiwa memilukan ini terjadi sekitar pukul 13.00 wib, tepatnya di sebuah gubuk sawah tepi jalan Dukuh Babadan. Saat itu, kondisi cuaca di lokasi dilaporkan sedang mendung pekat disertai suara petir yang menggelegar.
Kapolres Pekalongan AKBP Rachmad C. Yusuf, S.I.K., M.Si melalui Kapolsek Karangdadap AKP Sumianto, S.H membenarkan adanya peristiwa tersebut.
"Benar, telah terjadi peristiwa orang tersambar petir di sebuah area persawahan, tepatnya di tepi jalan Dukuh Babadan, Desa Jrebengkembang, Kecamatan Karangdadap," ujarnya, Minggu (29/03/2026)
Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, kejadian bermula saat korban sedang melakukan aktivitas hobi melepas burung merpati. Namun, di tengah suasana mendung, sebuah kilatan petir menyambar area sekitar tempat korban berdiri.
"Saksi Rozikin (54) melihat korban tiba-tiba tersambar petir dan langsung terjatuh ke tanah dalam kondisi tidak sadarkan diri," terang AKP Sumianto.
Melihat kejadian tersebut, saksi Rozikin bersama perangkat desa setempat, langsung menghampiri tubuh korban yang sudah terbujur kaku. Petugas dan warga kemudian mengevakuasi korban ke Puskesmas Karangdadap untuk mendapatkan penanganan medis darurat.
Setibanya di Puskesmas, tim medis melakukan pemeriksaan intensif terhadap tubuh warga Dukuh Pajombalangan Tengah tersebut. Namun, takdir berkata lain, petugas medis menyatakan korban sudah dalam keadaan meninggal dunia.
Uniknya, dari hasil pemeriksaan luar pada tubuh korban, petugas tidak menemukan adanya luka bakar sebagaimana kasus tersambar petir pada umumnya. Meski demikian, kondisi tubuh korban dilaporkan sudah dalam keadaan kaku saat diperiksa.
"Petugas sudah mendatangi TKP dan meminta keterangan para saksi. Pihak medis memastikan korban meninggal dunia akibat sengatan listrik dari petir," tambah Kapolsek.
Jenazah korban selanjutnya dibawa ke rumah duka di Desa Pajomblangan, Kecamatan Kedungwuni, untuk proses pemakaman. Pihak keluarga menyatakan telah menerima peristiwa tragis ini sebagai musibah dan menolak untuk dilakukan autopsi. (*)






.jpg)



