Koordinator Wilayah (Korwil) MBG Kabupaten Tojo Una-Una, Nur Fadilah/F-IST Google Ai.
SAMBAR.ID, Touna, Sulteng - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Sumoli, Kabupaten Tojo Una-Una (Touna), Sulawesi Tengah, kini tengah menjadi sorotan tajam publik. Hal ini menyusul adanya dugaan distribusi makanan basi yang menyasar ribuan murid di wilayah tersebut.
Menanggapi keresahan warga, Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Satreskrim Polres Touna bergerak cepat melakukan penyelidikan.
Petugas telah mendatangi kediaman orang tua murid di Kelurahan Dondo Barat, Kecamatan Ratolindo, untuk mengambil sampel makanan.
Penyelidikan SOP dan Uji Laboratorium
Pihak kepolisian saat ini fokus pada pemeriksaan kepatuhan penyedia jasa terkait Standar Operasional Prosedur (SOP) higienitas dan keamanan pangan.
Penyelidikan ini mencakup layanan dapur Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) Sumoli yang melayani ribuan siswa di Kecamatan Ratolindo dan Ampana Kota.
"Pihak kepolisian (Tipidter) masih melakukan pendalaman terhadap saksi-saksi dan menunggu hasil resmi dari uji laboratorium," ungkap pihak berwenang. Kepolisian juga terus memantau kebijakan terbaru dari Badan Gizi Nasional (BGN) terkait penanganan kasus ini.
Sanksi Tegas Menanti
Koordinator Wilayah (Korwil) MBG Kabupaten Tojo Una-Una, Nur Fadilah, memberikan pernyataan tegas saat dikonfirmasi media melalui sambungan telepon pada Minggu (1/3/2026). Ia memastikan akan ada tindakan disiplin jika terbukti terjadi kelalaian.
"Kami akan memberikan tindakan tegas sesuai petunjuk teknis (juknis) jika ditemukan kelalaian di lapangan," tegas Nur Fadilah.
Terkait nasib operasional dapur di Sumoli, Nur Fadilah menjelaskan bahwa keputusan mengenai penutupan sementara atau permanen sepenuhnya berada di tangan Badan Gizi Nasional (BGN) Pusat, berdasarkan laporan temuan dan hasil investigasi di lapangan.
Hingga berita ini diturunkan, masyarakat masih menunggu hasil uji laboratorium untuk memastikan penyebab kerusakan makanan yang memicu kecaman publik tersebut.**





.jpg)





