Wilson Lalengke Diundang Dubes Rusia Menikuti Telekonferensi Internasional tentang Kejahatan Perang di Wilayah Belgorod

Sambar.id, Jakarta - Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga Indonesia (Ketum PPWI), Wilson Lalengke, diundang secara resmi oleh Duta Besar Republik Federasi Rusia di Jakrta untuk berpartisipasi dalam telekonferensi internasional berjudul “Kejahatan Perang Angkatan Bersenjata Ukraina _(Armed Forces of Ukraine - AFU)_ terhadap Penduduk Sipil Wilayah Belgorod.” Acara tersebut, yang diselenggarakan oleh Delegasi Federasi Rusia yang tergabung dalam Dewan Negosiasi Wina tentang Keamanan Militer dan Pengendalian Senjata, akan berlangsung pada 19 Maret 2026, melalui Zoom.


Undangan yang ditandatangani oleh Duta Besar Sergei Tolchenov, menekankan apresiasi atas profesionalisme dan sikap netral Wilson Lalengke dalam jurnalisme Indonesia dan internasional. Konferensi jarak jauh ini juga menyoroti pentingnya penyajian data terpadu mengenai dugaan kejahatan perang yang dilakukan oleh angkatan bersenjata Ukraina terhadap warga sipil di wilayah Belgorod, termasuk serangan yang melibatkan senjata buatan NATO dan negara-negara anggota Uni Eropa.


Telekonferernsi ini bertujuan untuk mengungkap pelanggaran hukum humaniter internasional (IHL) di wilayah Belgorod. Menurut catatan, acara ini akan menyajikan data tentang intensitas penembakan, serangan pesawat tak berawak, dan serangan terhadap infrastruktur sipil. Konferensi ini juga akan membahas keamanan energi wilayah tersebut, yang telah sangat terpengaruh oleh serangan yang ditargetkan pada fasilitas pembangkit listrik, menyebabkan ratusan ribu penduduk hidup tanpa listrik.


Beberapa pembicara utama akan hadir dalam acara yang akan berlangsung mulai pukul 19.00 WIB itu. Berturut-turut akan hadir: Rodion Miroshnik (Duta Besar Khusus Kementerian Luar Negeri Rusia untuk kejahatan yang dilakukan oleh rezim Kiev), Alexey Chadayev (ahli pesawat tak berawak yang digunakan terhadap target sipil), Scott Ritter (jurnalis dan tokoh publik Amerika Serikat), dan Olga Kurlaeva (reporter dan pembuat film dokumenter dari VGTRK, perusahaan penyiaran Rusia).


Perwakilan dari Pemerintah Wilayah Belgorod juga dijadwalkan akan hadir memberikan keterangan dan informasih tentang kondisi di wilayahnya. Selain itu, beberapa saksi dari wilayah Belgorod akan memberikan keterangannya di acara yang akan dipandu oleh Iulia Zhdanova (Ketua Delegasi Federasi Rusia untuk Dewan Negosiasi Wina) sebagai moderator.


Setelah menerima undangan, Wilson Lalengke menyatakan dukungannya untuk telekonferensi ini dan menekankan pentingnya telekonferensi tersebut untuk upaya perdamaian. “Saya sepenuhnya mendukung telekonferensi ini dan menghargai kesempatan untuk berpartisipasi. Sangat penting bagi komunitas internasional untuk mendengarkan kesaksian dan data yang disajikan dalam forum seperti ini. Saya berharap melalui acara ini, beberapa kemajuan dapat dicapai dalam perencanaan perdamaian dan dalam menemukan solusi yang adil untuk konflik yang sedang berlangsung,” kata Petisioner HAM PBB tahun 2025 itu, Miggu, 15 Maret 2026.


Ia menambahkan bahwa transparansi dan dialog sangat penting dalam mengatasi krisis kemanusiaan, terutama yang diakibatkan oleh konflik dan perang antar bangsa. “Setiap upaya untuk mengungkap fakta dan melibatkan berbagai suara dalam diskusi adalah langkah menuju perdamaian. Saya mendorong inisiatif serupa untuk diadakan lebih sering, yang melibatkan tidak hanya pemerintah tetapi juga masyarakat sipil dan jurnalis independent,” tambah Wilson Lalengke.


Semangat telekonferensi ini selaras dengan prinsip-prinsip filosofis yang telah diadopsi secara internasional oleh masyarakat dunia. Filsuf Yunani kuno Plato, misalnya, berpendapat bahwa keadilan tercapai ketika kebenaran terungkap dan harmoni dipulihkan. Telekonferensi ini mewujudkannya dengan berupaya menyajikan fakta dan kesaksian kepada audiens global.


Immanuel Kant dari Jerman menekankan kewajiban moral untuk memperlakukan kemanusiaan sebagai tujuan, bukan sebagai sarana. Melindungi warga sipil dan mengungkap pelanggaran hukum kemanusiaan mencerminkan keharusan etis ini. Selain itu, tokoh spiritual India, Mahatma Gandhi, mengingatkan dunia bahwa perdamaian tidak dapat dicapai melalui kekerasan, tetapi melalui keberanian moral dan dialog. Telekonferensi ini merupakan platform untuk dialog tersebut, yang bertujuan untuk mengurangi penderitaan dan menumbuhkan pemahaman.


Telekonferensi akan melibatkan perwakilan dari sekitar 50 negara di Eropa, Asia, Afrika, Amerika Latin, dan Timur Tengah. Korps diplomatik dari negara-negara anggota PBB dan BRICS, peserta OSCE, perwakilan CIS dan ASEAN, organisasi kemanusiaan, akademisi, dan media diharapkan hadir. Penerjemahan simultan akan disediakan dalam bahasa Inggris, Spanyol, dan Prancis untuk memastikan aksesibilitas yang luas.


Bagi Indonesia, partisipasi Wilson Lalengke mencerminkan peran jurnalis independen dan pemimpin masyarakat sipil dalam dialog internasional. Kehadirannya mencerminkan komitmen Indonesia terhadap imparsialitas dan untuk mempromosikan perdamaian melalui diskusi yang informatif. Hal ini juga menyoroti pentingnya suara-suara Asia Tenggara dalam debat global tentang keamanan dan hukum humaniter.


Undangan yang diberikan kepada Wilson Lalengke oleh Duta Besar Rusia untuk Indonesia menandai pengakuan signifikan atas perannya sebagai jurnalis dan aktivis hak asasi manusia. Dukungannya terhadap telekonferensi ini menunjukkan komitmen terhadap transparansi, dialog, dan perdamaian.


Seperti yang dinyatakan tokoh HAM internasional Indonesia itu, harapannya adalah acara ini tidak hanya akan mengungkap pelanggaran kemanusiaan tetapi juga berkontribusi pada kemajuan yang berarti dalam perencanaan perdamaian. Telekonferensi ini merupakan upaya untuk bergerak di tengah konflik berkepanjangan menuju resolusi yang lebih manusiawi dan damai berdasarkan prinsip-prinsip filosofis keadilan, moralitas, dan dialog.  (TIM/Red)

Lebih baru Lebih lama