Sambar.id Makassar || Menjelang momentum peringatan tragedi April yang dikenal sebagai “April Makassar Berdarah”, semangat konsolidasi gerakan mahasiswa kembali menguat. Melalui forum konsolidasi yang diselenggarakan oleh Hidjaz Study Club pada 20 April 2026, bersama Kompak Study Club dan Hippermahk Study Club, secara resmi terbentuk Aliansi SC 040 Hukum UMI sebagai wadah perjuangan kolektif dalam mengawal isu keadilan dan kemanusiaan.
Pembentukan aliansi ini menjadi langkah strategis dalam merespons momentum sejarah yang akan diperingati pada 24 April mendatang. Selain sebagai bentuk refleksi atas tragedi masa lalu, aliansi ini juga menegaskan komitmennya untuk terus mengawal kasus-kasus yang belum menemukan titik terang, salah satunya adalah kasus Andrie Yunus.
Sebagai bentuk konkret dari gerakan tersebut, Aliansi SC 040 Hukum UMI telah melaksanakan aksi unjuk rasa di Jalan Urip Sumoharjo (depan Kampus UMI) pada Selasa, 21 April 2026. Aksi ini bertujuan untuk membangkitkan kembali ingatan kolektif masyarakat terhadap tragedi April, sekaligus menjadi pemantik menuju puncak peringatan “Amarah 24 April”.
Dalam pernyataan sikapnya, Jenderal Lapangan Regina Hudri Ali yang juga merupakan Ketua Hidjaz Study Club, menegaskan bahwa gerakan ini bukan sekadar seremonial tahunan, melainkan bentuk nyata dari komitmen perjuangan.
“Pergerakan hari ini bukan hanya untuk memantik momentum Amarah, tetapi juga sebagai bentuk keseriusan kami dalam mengawal kasus Andrie Yunus yang hingga kini belum mendapatkan keadilan.
Oleh karena itu, kami dari Aliansi SC 040 Hukum UMI menyatakan sikap untuk terus mengawal dan, jika diperlukan, akan menduduki Kodam Makassar sebagai bentuk tekanan moral dan politik.”
Aliansi SC 040 Hukum UMI menilai bahwa keadilan yang tertunda merupakan bentuk pengabaian terhadap nilai-nilai kemanusiaan dan supremasi hukum. Oleh sebab itu, gerakan ini diharapkan mampu membangun kesadaran publik serta mendorong aparat penegak hukum untuk bertindak lebih transparan dan akuntabel.







.jpg)



