Viral! Ruang Perinatologi RSUD Pratomo Bagansiapiapi Diduga Jadi Lokasi Pesta Ultah

Sambar.id, ROHIL | 

Bagansiapiapi - Jagat media sosial tengah dihebohkan oleh unggahan video yang menunjukkan dugaan pesta ulang tahun di dalam Ruang Perinatologi (Perina) RSUD dr. RM Pratomo Bagansiapiapi, Rokan Hilir (Rohil). Aksi tersebut memicu kecaman keras dari warganet karena dinilai melanggar etika dan standar prosedur rumah sakit.


Berdasarkan pantauan pada Minggu (19/4/2026), akun Facebook dan TikTok milik Anto Rakabuming Raka mengunggah potongan video yang memperlihatkan kerumunan wanita di sebuah ruangan. Ruangan tersebut tampak dihiasi dekorasi balon warna-warni dan tulisan "Happy Birthday".


Pengunggah menyertakan narasi kritis yang mempertanyakan fungsi fasilitas medis tersebut.


"Apakah itu rumah sakit umum atau tempat hiburan keluarga? Bayi-bayi di sana sedang berjuang antara hidup dan mati, tapi para stafnya malah sibuk merayakan pesta," tulis akun tersebut dalam unggahan yang telah dibagikan ribuan kali.


Ruang Steril yang Terabaikan


Masyarakat menyayangkan kejadian ini karena Ruang Perinatologi merupakan unit perawatan intensif khusus untuk bayi baru lahir (usia 0-28 hari). Secara medis, ruangan ini diperuntukkan bagi bayi prematur atau bayi dengan gangguan kesehatan serius yang membutuhkan kondisi steril, tenang, dan kondusif.


Keberadaan pesta dengan dekorasi dan keramaian di area tersebut dianggap mencederai Standard Operating Procedure (SOP) rumah sakit dan mengancam keselamatan pasien bayi yang sedang dalam observasi ketat.


Pihak RSUD Bungkam


Hingga Senin (20/4/2026), pihak RSUD dr. RM Pratomo Bagansiapiapi belum memberikan penjelasan resmi. Upaya konfirmasi telah dilakukan kepada otoritas terkait, namun belum membuahkan hasil.


• Siapa yang dikonfirmasi: Direktur RSUD dr. RM Pratomo, Tribuana Tunggadewi.


• Status: Pesan singkat yang dikirimkan melalui aplikasi WhatsApp hingga berita ini diterbitkan masih berstatus "centang satu" (tidak aktif/tidak terkirim).


Menunggu Klarifikasi


Publik kini mendesak Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir dan Dinas Kesehatan setempat untuk mengusut tuntas kebenaran video tersebut. Klarifikasi resmi sangat dibutuhkan untuk memastikan apakah aktivitas tersebut benar-benar terjadi di area steril atau di ruangan lain, serta sejauh mana prioritas pelayanan pasien di rumah sakit plat merah tersebut dijalankan.


Laporan: Tim Jurnalis (Legiman)

(sbr_id/Red)

Lebih baru Lebih lama