Warkop Jadi Ruang Aspirasi, H. Nasir Dg Gani Beberkan Kunci Rahasia Bertahan 3 Periode di DPRD Palu


H. NASIR DAENG GANI (Tengah Kemeja Putih) berbagi pengalaman di dunia politik, termasuk strategi menjaga kepercayaan masyarakat hingga mampu bertahan selama tiga periode di DPRD Kota Palu/F-IST 


SAMBAR.ID, Palu, Sulteng - Resonara Podcast lagi menghadirkan diskusi inspiratif bersama tokoh publik. Pada Jum'at malam (17/04/2026), dengan menghadirkan anggota DPRD Kota Palu tiga periode, H. Muhammad Nasir Daeng Gani, sebagai narasumber utama.


Dalam perbincangan santai namun penuh makna, H. Nasir Daeng Gani membagikan pengalaman panjangnya di dunia politik, termasuk strategi menjaga kepercayaan masyarakat hingga mampu bertahan selama tiga periode di DPRD Kota Palu.


Salah satu cara yang ia lakukan adalah aktif berinteraksi di warung kopi, yang menurutnya menjadi ruang efektif dalam menyerap aspirasi masyarakat secara langsung dan tanpa sekat.


“Kenapa warung kopi itu jadi acuan saya karena disitu paling banyak aspirasi yang kita dapat itu warung kopi itu semua luar biasa A1 semua berita-berita bagus," ungkapnya.


Ia menjelaskan, kebiasaan tersebut bukan hal baru, melainkan sudah dilakukan sejak sebelum dirinya menjabat sebagai anggota dewan. Baginya, warung kopi bukan sekadar tempat berkumpul, tetapi ruang diskusi yang menghadirkan berbagai persoalan riil masyarakat.


Lebih lanjut, H. Nasir menegaskan bahwa kunci utama dalam politik bukan sekadar strategi, melainkan menjaga kepercayaan yang telah diberikan oleh masyarakat. 


“Jadi intinya DPR itu kalau orang tanyakan apa tips-tipsnya saya bilang cuma saya sampaikan ini ya jaga dan rawat itu, saya percaya ini kepercayaan dan amanat itu luar biasa, itu tips-tipsnya jaga kepercayaan jaga amanat itu,” katanya.


Dalam menjalankan tugasnya, ia juga mengakui bahwa tidak semua aspirasi masyarakat dapat langsung direalisasikan. Hal ini disebabkan oleh keterbatasan anggaran serta mekanisme kebijakan yang harus dilalui. Namun demikian, ia memastikan bahwa setiap aspirasi tetap dikawal secara bertahap.


Selain membahas pola komunikasi politik, H. Nasir turut menyoroti potensi ekonomi Kota Palu. Ia menyebut bahwa meskipun Palu dikenal sebagai kota jasa, sektor tertentu seperti bawang goreng memiliki potensi besar sebagai identitas daerah yang bisa terus dikembangkan.


Disisi lain, perkembangan UMKM juga dinilai cukup pesat, khususnya sektor kuliner dan coffee shop yang kini semakin menjamur dan berkontribusi terhadap pendapatan daerah. 




Namun, untuk sektor industri, ia mengakui masih berada pada skala kecil dan belum berkembang secara signifikan ke tingkat nasional.


Terakhir, H. Nasir memberikan pesan kepada generasi muda agar tidak ragu untuk terjun ke dunia politik maupun sosial kemasyarakatan. Ia menilai, peran anak muda sangat penting dalam menentukan arah pembangunan ke depan. “Harapan kita kepada anak-anak muda, jangan henti-hentinya berkarir,” tuturnya.


Ia juga menegaskan bahwa politik tidak selalu memiliki citra negatif, melainkan bergantung pada bagaimana dijalankan dengan pendekatan yang baik dan tetap berpihak kepada masyarakat. “Politik itu bagus tapi cara kita membawa saja bagaimana politik ini," pungkasnya.


Menutup perbincangan, H. Nasir menegaskan bahwa pendekatan sederhana namun tulus kepada masyarakat menjadi fondasi utama keberhasilannya.***

Lebih baru Lebih lama