Kapolrestabes Makassar Gas Pol! HMI: Sikat Geng Motor, Jangan Kasih Ruang!


MAKASSAR — Jalanan bukan arena teror. Pesan itu kini ditegaskan keras oleh Polrestabes Makassar. Instruksi tegas Kapolrestabes Kombes Pol. Arya Perdana untuk “tidak ragu bertindak” terhadap geng motor brutal langsung disambut dukungan penuh dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Makassar.


Ketua Bidang PTKP HMI Cabang Makassar, Muh Alwi Agus, angkat suara: negara tidak boleh kalah oleh kelompok jalanan yang membawa senjata tajam dan menebar ketakutan.


“Ini bukan lagi kenakalan remaja. Ini kriminal brutal. Kalau dibiarkan, korban bisa berjatuhan. Kami dukung langkah tegas aparat—gas terus!” tegasnya.


Belakangan, aksi geng motor di Makassar makin nekat: konvoi liar, intimidasi, penganiayaan, hingga perampasan. Jalan umum yang seharusnya aman berubah jadi ruang rawan. Publik resah, dan rasa aman terkikis.


Di titik ini, HMI menilai langkah Kapolrestabes bukan sekadar respons, tapi sikap: keberpihakan pada keselamatan warga. Ketegasan dianggap sebagai jawaban atas situasi darurat sosial yang tak bisa lagi ditangani dengan pendekatan biasa.


Namun HMI juga mengingatkan: tegas bukan berarti serampangan. Penindakan harus tetap terukur, profesional, dan sesuai hukum. Ketika pelaku sudah mengancam nyawa dengan senjata tajam, aparat wajib hadir cepat—bukan ragu.


“Kalau negara tegas, kepercayaan publik pulih. Jangan kasih ruang bagi teror jalanan,” lanjut Alwi.


Tak berhenti di penegakan hukum, HMI mengajak semua pihak ikut bergerak: orang tua, tokoh masyarakat, hingga pemuda. Geng motor tak lahir di ruang kosong—ia tumbuh dari kelengahan sosial, lemahnya pengawasan, dan krisis nilai.


Pesan penutupnya lugas: Makassar harus kembali aman. Jalanan bukan milik geng motor.


“Efek jera itu wajib. Negara harus hadir, bukan diam. Kalau bukan sekarang, kapan lagi?” tutupnya. (*)

Lebih baru Lebih lama