Sambar.id, Sidoarjo — Komitmen pemerintah menghadirkan pelayanan haji yang cepat, transparan, dan manusiawi kembali ditegaskan. Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka turun langsung meninjau layanan Fast Track (Makkah Route) di Bandara Internasional Juanda, Kamis (30/04/2026), guna memastikan proses keberangkatan calon jemaah haji berjalan tanpa hambatan berarti.
Kunjungan ini menjadi lanjutan agenda kerja Wapres di Jawa Timur usai dari Trenggalek, sekaligus implementasi arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan penyelenggaraan haji harus aman, nyaman, serta akuntabel.
Di tengah sorotan publik terhadap kualitas layanan haji tiap tahunnya, kehadiran Wapres di lapangan bukan sekadar seremoni. Ia memastikan langsung bahwa sistem Makkah Route—yang memungkinkan proses keimigrasian diselesaikan di tanah air—berjalan optimal dan memangkas antrean panjang setibanya di Arab Saudi.
“Ini sangat mempermudah proses keberangkatan. Terima kasih kepada Pemerintah Arab Saudi atas dukungan layanan ini,” tegas Wapres kepada awak media.
Dalam peninjauan tersebut, Wapres juga menyapa jemaah dan melepas keberangkatan Kloter 32 SUB yang terdiri dari 380 calon jemaah asal Lamongan dan Tulungagung. Pesannya sederhana namun krusial: jaga kesehatan sebagai kunci utama kelancaran ibadah.
“Mohon jaga kesehatan, semoga seluruh rangkaian ibadah dilancarkan,” ujarnya.
Sementara itu, Supervisor Humas Makkah Route, Muhammad Al Syarif, mengungkapkan bahwa layanan ini telah berjalan selama tiga tahun di Juanda dan delapan tahun secara nasional sejak 2018. Program ini kini hadir di beberapa titik strategis seperti Jakarta, Solo, Surabaya, dan Makassar.
Menurutnya, esensi Makkah Route bukan sekadar percepatan teknis, melainkan transformasi layanan: dari birokrasi yang berbelit menjadi efisien dan berorientasi pada kenyamanan jemaah. Dengan sistem ini, setibanya di Arab Saudi, jemaah tidak lagi disibukkan dengan antrean imigrasi dan bisa langsung menuju akomodasi.
Turut mendampingi Wapres dalam peninjauan ini antara lain Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, serta jajaran otoritas bandara dan pengelola layanan Makkah Route.
Langkah ini menjadi sinyal bahwa pemerintah tidak ingin lagi mendengar keluhan klasik soal lambannya proses keberangkatan haji. Di tengah kompleksitas penyelenggaraan ibadah terbesar umat Islam tersebut, negara dituntut hadir bukan hanya sebagai regulator, tetapi sebagai pelayan yang sigap dan solutif.






.jpg)



