Sambar.id, JAMBI |
Tanjung Jabung Barat - Kondisi memprihatinkan melanda dunia pendidikan di Provinsi Jambi. Sebanyak tiga ruang kelas di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 127/V yang terletak di Desa Lumahan, Kecamatan Senyerang, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, kini dalam keadaan porak-poranda dan rusak berat.
Berdasarkan pantauan langsung di lapangan, fasilitas dasar penunjang kegiatan belajar mengajar (KBM) tersebut dinilai sudah tidak layak digunakan. Atap bangunan terlihat bolong-bolong, plafon ambruk, lantai papan mulai lapuk dimakan usia, serta beberapa bagian dinding mengalami kerusakan struktural. Kondisi ekstrem ini memicu kekhawatiran besar karena sewaktu-waktu dapat mengancam keselamatan para siswa, guru, hingga tenaga kependidikan.
Realita pahit pun harus dihadapi setiap kali hujan deras mengguyur wilayah tersebut. Air hujan langsung merembes dan menggenangi ruang kelas, yang seketika menghentikan jalannya proses belajar mengajar. Akibatnya, hak anak-anak untuk mendapatkan pendidikan yang nyaman menjadi terganggu.
Kepala SDN 127/V, Pak Manan, membenarkan potret buram sarana prasarana di sekolah yang dipimpinnya. Kendati diterpa keterbatasan fasilitas yang sangat serius, ia menegaskan pihak sekolah tetap berupaya memberikan pelayanan pendidikan semaksimal mungkin demi anak didik.
"Keselamatan peserta didik tetap menjadi prioritas utama kami. Kami sangat berharap adanya perhatian cepat dari pemerintah agar proses belajar mengajar dapat kembali berlangsung dengan aman dan nyaman tanpa dihantui rasa takut," ujar Pak Manan saat dikonfirmasi, Senin (13/7/2026).
Desakan senada juga disuarakan oleh Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Lumahan, Maulana. Ia menegaskan bahwa nasib SDN 127/V ini sudah sejak lama menjadi sorotan sekaligus keresahan masyarakat desa setempat. Menurutnya, pemenuhan fasilitas pendidikan yang layak tidak boleh ditunda-tunda karena menyangkut hak dasar anak bangsa yang wajib dipenuhi.
"Kami berharap pemerintah daerah maupun instansi terkait dapat segera melakukan peninjauan langsung ke lapangan. Kondisi ini harus diprioritaskan dalam program rehabilitasi sekolah tahun ini," tegas Maulana.
Gelombang dukungan juga datang dari para orang tua murid. Khawatir akan keselamatan anak-anak mereka saat menuntut ilmu, sejumlah wali murid menyatakan siap menyokong dan mengawal penuh setiap langkah strategis pemerintah dalam mempercepat proses renovasi total sekolah demi keberlangsungan masa depan anak-anak di Desa Lumahan.
Berikut adalah sejumlah fakta kerusakan nyata di lapangan:
1.Atap bangunan bocor dan berlubang di berbagai titik.
2.Rangka plafon rapuh dan sebagian besar telah ambruk ke lantai.
3.Lantai papan menyusut dan lapuk, membahayakan pijakan siswa.
4.Struktur dinding mengalami keretakan yang memerlukan penanganan khusus.
Warga khawatir jika tidak segera ditangani, kerusakan bangunan akan semakin parah, terlebih saat wilayah Tanjung Jabung Barat memasuki musim penghujan dengan intensitas curah hujan tinggi yang berpotensi merubuhkan sisa bangunan kelas.
Kini, masyarakat Desa Lumahan mendesak Dinas Pendidikan Kabupaten Tanjung Jabung Barat untuk segera menurunkan tim guna memverifikasi tingkat kerusakan dan melakukan langkah taktis. Tidak hanya pemerintah kabupaten, harapan besar juga disematkan kepada Pemerintah Provinsi Jambi serta pemerintah pusat agar bersedia menggelontorkan anggaran rehabilitasi sarana dan prasarana pendidikan yang memenuhi syarat.
Masyarakat berharap janji manis kemajuan pendidikan segera mewujud nyata dalam bentuk renovasi bangunan secara fisik, demi menjamin kenyamanan serta mutu pendidikan generasi penerus bangsa. Sekolah yang layak merupakan pilar utama penyokong masa depan mereka.
Sumber: Masyarakat
Laporan: Jurnalis (Apriandi Tj/Kaperwil)
(@sbr_id/red)










