HUT Bhayangkara ke-80, FORMA PMII Sulteng Ajak Polri Perkuat Sinergi dan Pelayanan Humanis

Forum Muda Alumni (FORMA) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sulawesi Tengah menggelar diskusi publik dalam rangka memperingati HUT Bhayangkara ke-80/F-IST 


SAMBAR.ID, Palu, Sulteng - Forum Muda Alumni (FORMA) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sulawesi Tengah menggelar diskusi publik dalam rangka memperingati HUT Bhayangkara ke-80 dengan mengusung tema "Polri untuk Masyarakat", Ahad malam (5/7/2026).


Kegiatan ini menjadi ruang dialog konstruktif antara pihak kepolisian, akademisi, tokoh agama, dan aktivis mahasiswa guna membahas transformasi pelayanan Polri di masa kini.


Ketua FORMA PMII Sulawesi Tengah, Moh. Alwi Pakaya, S.Kom.I., dalam pengantarnya menegaskan bahwa tema tersebut merupakan bentuk apresiasi sekaligus ruang kritik membangun.


"Kita memandang Polri bukan hanya penegak hukum, tetapi mitra strategis sekaligus mitra kritis. Kami akan mengapresiasi Polri yang berada di rel keadilan, namun kami juga akan menyampaikan kritik konstruktif jika institusi ini menjauh dari substansi keadilan bagi rakyat," ujar Alwi.


Transformasi Pelayanan dan Paradigma Polri


Ketua Umum IKA FAI, Munarif, S.Ag., M.H., menyoroti perlunya perubahan paradigma Polri dari pendekatan security-oriented menuju pelayanan publik yang lebih responsif dan humanis.


Menurutnya, kualitas kepolisian kini diukur dari tingkat kepercayaan publik dan pemenuhan hak-hak warga negara yang berlandaskan kepastian hukum serta penghormatan terhadap HAM.


Mewakili Kapolresta Palu, Kasat Intel Polresta Palu AKP Akbar menyatakan bahwa forum ini merupakan wujud komitmen Polresta Palu untuk menyerap aspirasi masyarakat. "Saya hadir di sini untuk menerima masukan sebagai bahan perbaikan pelaksanaan tugas kepolisian ke depan," tuturnya.


Pentingnya Kesadaran Hukum dan Isu Strategis



Pemateri lainnya, Muhammad Kaharu, menekankan bahwa keamanan bukan hanya tanggung jawab Polri, melainkan memerlukan dukungan serta kesadaran hukum dari masyarakat. "Terkadang kita menuntut keamanan tinggi kepada Polri, namun di sisi lain kesadaran hukum masyarakat masih perlu ditingkatkan," ungkapnya.


Diskusi ini juga menyentuh aspek keberlanjutan. Akademisi UIN Datokarama Palu, Taufik Lasenggo, S.Sos.I., M.Si., mengingatkan pentingnya pembangunan yang ramah lingkungan.


Sementara itu, Tokoh Muda Al-Khairaat, Muhammad Sadig, M.A., Hum., berpesan kepada generasi muda untuk tetap menjaga daya pikir kritis dan tidak bergantung sepenuhnya pada teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence).


Sinergi untuk Polri yang Lebih Baik

Sesi diskusi berlangsung dinamis dengan beragam isu strategis yang diangkat oleh peserta, mulai dari efektivitas rekrutmen Polri, penanganan narkotika, aksi balap liar, hingga polemik penempatan personel Polri dalam jabatan sipil.


Menutup kegiatan, para narasumber sepakat bahwa Polri yang dipercaya masyarakat memerlukan sinergi yang kuat antara transparansi kepolisian dan partisipasi aktif elemen masyarakat.


Rangkaian acara ditutup dengan prosesi pemotongan kue HUT Bhayangkara ke-80 oleh Ketua FORMA PMII Sulteng yang diserahkan secara simbolis kepada AKP Akbar, sebagai simbol sinergitas yang terjalin antara forum alumni muda dengan institusi kepolisian.**/Red.

Lebih baru Lebih lama