Rokan Hilir - Keberadaan pabrik kelapa sawit milik PT Jatim Jaya Perkasa di Kecamatan Kubu Babussalam, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Riau, menuai sorotan tajam warga. Pasalnya, cerobong asap industri tersebut beroperasi hanya berjarak sekitar 100 meter dari SMP Negeri 4 Kubu Babussalam dan SD Negeri 013 Teluk Nilap.
Paparan asap yang intens keluar setiap hari dari aktivitas pabrik memicu kekhawatiran serius terkait dampaknya terhadap kesehatan para siswa serta guru yang setiap hari beraktivitas di sekolah.
"Anak-anak adalah generasi penerus bangsa. Mereka berhak mendapatkan udara yang bersih dan lingkungan belajar yang sehat," tegas salah seorang warga setempat kepada wartawan, Senin (27/7/2026).
Atap Sekolah Cepat Karat, Minta Pengujian Ilmiah
Tak hanya persoalan polusi udara, dampak keberadaan pabrik diduga juga merusak fasilitas pendidikan. Pihak sekolah mengungkapkan bahwa atap seng bangunan sekolah mengalami korosi berat hingga bocor dalam waktu yang relatif sangat cepat dari rata-rata usia pakai.
Meski atap seng telah diganti dengan yang baru, kerusakan serupa kembali terulang dalam waktu singkat. Warga menyakini kondisi abnormal ini dipicu oleh emisi gas buang dari aktivitas pabrik, meski tetap memerlukan pembuktian ilmiah dari instansi berwenang.
Masyarakat mendesak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Rokan Hilir dan para aktivis lingkungan turun tangan melakukan pemantauan berkala, uji kualitas udara, serta evaluasi AMDAL pabrik secara transparan.
Pihak Perusahaan Masih Bungkam
Upaya konfirmasi Awak Media (Red), ke lokasi pabrik PT Jatim Jaya Perkasa belum membuahkan hasil. Petugas keamanan (satpam) pabrik mengarahkan awak media untuk menghubungi Humas perusahaan bermarga Hasibuan yang berkantor di Pekanbaru.
Namun, hingga berita ini ditayangkan, panggilan telepon tak kunjung direspons dan pesan singkat yang dikirimkan belum mendapatkan balasan.
Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pihak manajemen PT Jatim Jaya Perkasa terkait tuduhan pencemaran dan kekhawatiran warga. Awak Media (Red), masih terus berupaya mengonfirmasi pihak perusahaan serta DLH Rokan Hilir untuk mendapatkan penjelasan yang berimbang.
Reporter: Tim Jurnalis (Legiman)
(@sbr_id/Ar/red)









