SAMBAR,ID,BULUKUMBA, SULAWESI SELATAN — Kontes Sapi di Kabupaten Bulukumba tidak hanya menjadi ajang menampilkan sapi-sapi berkualitas. Di balik kegiatan tersebut tersimpan harapan besar para peternak untuk meningkatkan kualitas ternak, memperkuat ekonomi keluarga, sekaligus menjadikan sektor peternakan sebagai salah satu kekuatan ekonomi daerah.
Pemerintah Kabupaten Bulukumba telah memberikan klarifikasi terhadap sejumlah hal yang berkembang di tengah masyarakat terkait pelaksanaan Kontes Sapi dan arah kebijakan pengembangan peternakan.
Sementara itu, DPK LIPAN Bulukumba turut memberikan sejumlah catatan sebagai bagian dari perhatian dan kontrol sosial terhadap program pembangunan peternakan.
Kedua pandangan tersebut pada dasarnya memiliki titik temu yang sama, yakni bagaimana sektor peternakan Bulukumba dapat berkembang secara berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Kontes Sapi Dilaksanakan Secara Swadaya
Pemkab Bulukumba menjelaskan bahwa pelaksanaan Kontes Sapi dilakukan secara swadaya dan tidak menggunakan APBD, melainkan memperoleh dukungan dari sejumlah sponsor.
Hadiah yang diberikan kepada peserta juga disebut berasal dari sponsor. Salah satunya berasal dari Amaly Grup milik Andi Muchtar Ali Yusuf, yang juga menjabat sebagai Bupati Bulukumba.
Menurut penjelasan pemerintah daerah, pemberian hadiah tersebut merupakan inisiatif Bupati sebagai bentuk motivasi dan apresiasi terhadap para peternak.
Klarifikasi ini sekaligus memberikan gambaran bahwa kegiatan kontes tidak menggunakan anggaran daerah untuk pembiayaan penyelenggaraannya.
Bagi Peternak, Kontes Adalah Penghargaan atas Kerja Keras
Bagi masyarakat umum, kontes sapi mungkin terlihat sebagai sebuah perlombaan.
Namun bagi peternak, sapi yang tampil di arena merupakan hasil dari proses panjang.
Ada waktu, biaya, tenaga dan kesabaran yang dicurahkan untuk merawat ternak, menyediakan pakan, menjaga kesehatan hingga meningkatkan kualitas genetik.
Karena itu, penghargaan kepada sapi berkualitas sesungguhnya juga menjadi penghargaan terhadap kerja keras peternak.
Semangat tersebut diharapkan dapat membangun motivasi bagi peternak lainnya untuk terus meningkatkan kualitas ternak mereka.
Anggaran 2027 Diarahkan untuk Penguatan Inseminasi Buatan
Mengenai informasi adanya rencana penambahan anggaran pada 2027, Pemkab Bulukumba menjelaskan bahwa anggaran tersebut bukan untuk membiayai Kontes Sapi.
Rencana tersebut diarahkan untuk memperkuat program Inseminasi Buatan (IB).
Melalui IB, pemerintah berharap semakin banyak pedet berkualitas yang lahir di Bulukumba sehingga kualitas genetik ternak masyarakat dapat terus ditingkatkan.
Pemerintah juga menjelaskan adanya perubahan pendekatan dalam pemberian bantuan peternakan.
Pengadaan bibit ternak untuk dibagikan langsung kepada masyarakat tidak lagi menjadi prioritas. Sebagai gantinya, pemerintah mendorong penguatan IB yang disertai pendampingan penyuluh dan inseminator.
Bagi peternak kecil, program tersebut diharapkan dapat menjadi jalan untuk meningkatkan produktivitas dan nilai ekonomi ternak secara berkelanjutan.
LIPAN Dorong Kejelasan dan Keterbukaan
Di tengah penjelasan Pemkab tersebut, DPK LIPAN Bulukumba menyampaikan catatan yang menitikberatkan pada aspek kejelasan tata kelola dan informasi kepada masyarakat.
LIPAN menyampaikan apresiasi terhadap langkah-langkah yang mendorong kemajuan sektor peternakan.
Namun, lembaga tersebut juga memandang penting adanya penjelasan yang terbuka mengenai sumber pembiayaan kegiatan, batas kewenangan pemerintah serta arah perencanaan program.
Bagi LIPAN, kejelasan tersebut diperlukan agar masyarakat dapat memahami posisi masing-masing pihak dan tidak terjadi kesalahpahaman di kemudian hari.
Dengan demikian, masukan LIPAN lebih diarahkan sebagai dorongan untuk memperkuat tata kelola, bukan untuk menghambat program peternakan.
Fasilitasi KUR: Pemda Menjembatani, Perbankan Menentukan
Salah satu hal yang turut dijelaskan adalah mengenai fasilitasi Kredit Usaha Rakyat atau KUR bagi masyarakat.
Pemkab menegaskan bahwa pemerintah daerah dapat melakukan sosialisasi, pembinaan dan pendampingan kepada calon penerima KUR, termasuk membantu masyarakat dalam proses pengajuan kepada bank penyalur.
Namun, pemerintah daerah tidak memiliki kewenangan untuk memastikan setiap pengajuan akan disetujui.
Keputusan pemberian kredit tetap berada pada pihak perbankan berdasarkan persyaratan dan ketentuan yang berlaku.
Kejelasan ini dinilai penting agar masyarakat, khususnya peternak, memperoleh pemahaman yang benar mengenai mekanisme pembiayaan usaha.
Rencana Skala Provinsi Perlu Persiapan
Harapan untuk membawa kegiatan Kontes Sapi ke tingkat yang lebih besar, termasuk kemungkinan skala provinsi, juga menjadi bagian dari pembicaraan mengenai masa depan peternakan Bulukumba.
LIPAN mengingatkan bahwa rencana tersebut perlu disiapkan secara matang melalui koordinasi resmi dengan pemerintah provinsi dan pihak terkait.
Pemkab juga menjelaskan bahwa kegiatan berskala lebih besar membutuhkan persiapan konsep, teknis pelaksanaan dan pembiayaan.
Dengan perencanaan yang baik, gagasan tersebut bukan tidak mungkin menjadi kesempatan bagi Bulukumba untuk memperkenalkan potensi peternakannya secara lebih luas.
Peran Dinas dan Program Kampung Sapi
DPK LIPAN juga memberikan perhatian terhadap peran perangkat daerah dalam pengembangan peternakan.
Masyarakat dinilai perlu mengetahui bagaimana program peternakan, termasuk Kampung Sapi, terintegrasi dalam kebijakan pemerintah daerah.
Pemkab menjelaskan bahwa Kampung Sapi merupakan bagian dari upaya meningkatkan produktivitas dan kualitas ternak sekaligus memperkuat ketahanan pangan.
Pelaksanaannya membutuhkan kolaborasi antara Dinas Pertanian, kelompok peternak, penyuluh, inseminator, dunia usaha serta pihak terkait lainnya.
Dalam konteks tersebut, pemerintah memiliki posisi penting sebagai pembina dan fasilitator, sementara peternak menjadi pelaku utama di lapangan.
LIPAN: Kemajuan Harus Berjalan Bersama Tata Kelola
Ketua DPK LIPAN Bulukumba, Adil Makmur, melalui catatannya menekankan pentingnya kemajuan yang tetap berlandaskan aturan dan kejelasan.
Harapan LIPAN adalah agar pemerintah memberikan penjelasan resmi sesuai kewenangan, membuka ruang perencanaan secara transparan, serta memastikan program peternakan dikelola secara menyeluruh.
Pandangan tersebut sejalan dengan kebutuhan pembangunan daerah yang membutuhkan kepercayaan masyarakat.
Sebab, semakin besar sebuah program, semakin besar pula kebutuhan terhadap informasi yang jelas dan tata kelola yang dapat dipertanggungjawabkan.
Menyatukan Semangat Pemerintah dan Aspirasi Masyarakat
Jika dilihat secara menyeluruh, klarifikasi Pemkab dan catatan LIPAN tidak harus ditempatkan sebagai dua kepentingan yang berseberangan.
Pemkab berbicara mengenai program dan kebijakan yang sedang diarahkan untuk meningkatkan kualitas peternakan.
Sementara LIPAN memberikan perhatian dari sisi pengawasan masyarakat agar kebijakan tersebut semakin jelas dan transparan.
Keduanya dapat menjadi bagian dari proses yang sama: membangun peternakan Bulukumba yang kuat dan dipercaya masyarakat.
Di Balik Seekor Sapi Ada Harapan Sebuah Keluarga
Pada akhirnya, pembangunan peternakan bukan hanya berbicara mengenai jumlah sapi.
Di balik seekor sapi ada peternak.
Di balik peternak ada keluarga.
Dan di balik keluarga ada harapan untuk kehidupan yang lebih baik.
Ketika kualitas ternak meningkat, nilai ekonomi dapat meningkat.
Ketika pendapatan peternak bertambah, keluarga menjadi lebih kuat.
Ketika ekonomi keluarga bergerak, ekonomi desa ikut tumbuh.
Dan ketika peternakan berkembang secara berkelanjutan, Bulukumba memiliki peluang memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Kontes Sapi boleh selesai ketika pemenang menerima penghargaan.
Tetapi harapan peternak tidak boleh berhenti di arena kontes.
Harapan itu harus terus berjalan dari kandang ke kandang, dari desa ke desa, melalui pendampingan, program IB, akses pembiayaan, peningkatan pakan, kesehatan ternak, pasar dan kebijakan pemerintah yang tepat.
Pada titik inilah semangat Pemkab dan masukan LIPAN dapat bertemu.
Bukan tentang siapa yang paling benar, tetapi bagaimana semua pihak dapat mengambil bagian dalam menghadirkan masa depan peternakan Bulukumba yang lebih maju, transparan dan menyejahterakan peternak.
Karena pada akhirnya, sapi boleh menjadi juara di arena, tetapi kemenangan terbesar adalah ketika peternaknya mampu meningkatkan kesejahteraan keluarganya.
LP.ZA/As77M









