TAKALAR SAMBAR ID— Antrean kendaraan di sejumlah SPBU menjadi perhatian serius jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Takalar. Kapolres Takalar AKBP Ginanjar Fitriadi, S.H., S.I.K., M.H., bersama Forkopimda turun langsung mengecek kondisi ketersediaan dan distribusi BBM, Sabtu (12/9/2026) sore.
Dua SPBU di Kecamatan Pattallassang menjadi lokasi pemantauan, yakni SPBU 74.922.47 Panaikang dan SPBU 74.922.43 Kalampa.
Turun langsung ke lapangan, Kapolres bersama jajaran Forkopimda tidak hanya memantau panjangnya antrean. Mereka mengecek stok BBM, pelayanan kepada konsumen serta mekanisme pendistribusiannya guna memastikan kebutuhan masyarakat tetap terlayani sesuai ketentuan.
Pemantauan juga diarahkan untuk mencegah potensi penyimpangan distribusi BBM yang dapat merugikan masyarakat.
Kapolres tampak berada di lokasi bersama Wakil Bupati Takalar Dr. H. Hengky Yasin, S.Sos., M.M., Dandim 1426/Takalar Letkol Inf. Anton Timotius Milala, S.E., M.I.P., dan Ketua DPRD Kabupaten Takalar H. Rijal Tawang.
Turut mendampingi Kasdim 1426/Takalar Mayor Inf. Halik, Kasat Intelkam Polres Takalar AKP Andi Abdullah, S.H., M.M., serta Kapolsek Pattallassang IPTU Sumarwan, S.Psi.
Pastikan BBM Tepat Sasaran
Di tengah antrean kendaraan, Forkopimda memastikan pelayanan di SPBU tetap berjalan tertib. Pengelola SPBU juga diingatkan agar penyaluran BBM dilakukan sesuai aturan dan tidak membuka ruang bagi praktik yang dapat merugikan konsumen.
Kasi Humas Polres Takalar IPTU Nur Ady mengatakan, kehadiran Kapolres bersama Forkopimda merupakan bentuk pengawasan langsung terhadap kondisi riil di lapangan.
«“Bapak Kapolres bersama Forkopimda turun langsung untuk memastikan ketersediaan BBM dan pelayanan kepada masyarakat berjalan sebagaimana mestinya. Kami ingin melihat kondisi riil di lapangan, mulai dari stok, antrean kendaraan hingga proses pendistribusiannya,” ujar IPTU Nur Ady.»
Ia menegaskan, pengawasan akan terus dilakukan bersama instansi terkait untuk memastikan distribusi BBM berlangsung transparan dan masyarakat memperoleh haknya secara wajar.
Polres Takalar juga mengingatkan pengelola SPBU agar tidak melakukan penyelewengan maupun penjualan BBM yang tidak sesuai ketentuan.
Di sisi lain, masyarakat diminta tetap tertib saat mengantre dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan yang berpotensi memicu kepanikan.
Antrean Jangan Sampai Ganggu Aktivitas Warga
Pemantauan Forkopimda juga menyasar kelancaran arus kendaraan di sekitar SPBU. Kepadatan antrean diharapkan tidak berkembang menjadi persoalan baru, terutama yang mengganggu aktivitas masyarakat dan lalu lintas.
Langkah turun langsung ini sekaligus menjadi pesan bahwa persoalan BBM tidak hanya menyangkut ketersediaan stok, tetapi juga menyangkut ketepatan distribusi, pelayanan konsumen, keamanan dan ketertiban di tengah masyarakat.
Forkopimda Takalar memastikan monitoring akan terus dilakukan agar distribusi BBM tetap berjalan sesuai ketentuan dan situasi kamtibmas tetap aman serta kondusif.
Asw-19 | Sambar.id










