Asep Japar menekankan bahwa kepala sekolah memegang peran kunci dalam menyiapkan generasi emas Indonesia tahun 2045. Oleh karena itu, para kepala sekolah dituntut untuk tidak hanya memiliki kompetensi pedagogis, tetapi juga kemampuan manajerial, kewirausahaan, dan supervisi yang mumpuni.
"Guru dan kepala sekolah adalah profesi yang sangat penting dan mulia. Di tangan bapak dan ibu sekalian, masa depan anak-anak Kabupaten Sukabumi ditentukan," ujar Asep Japar dalam arahannya.
Bupati meminta agar pengelolaan sekolah dilakukan secara profesional, transparan, dan akuntabel. Ia juga menginstruksikan para kepala sekolah untuk memperkuat komunikasi dengan guru, tenaga kependidikan, serta orang tua murid. Koordinasi yang intensif dengan Dinas Pendidikan dan pemerintah daerah juga dinilai perlu ditingkatkan untuk memastikan sinkronisasi program pendidikan.
"Semoga Asosiasi Kepala Sekolah Indonesia (AKSI) mampu menjadi wadah yang kuat untuk memperkuat kerja sama dalam meningkatkan kualitas pendidikan, sekaligus mendukung terwujudnya Kabupaten Sukabumi Mubarokah," tambahnya.
Dalam kegiatan tersebut, Pemkab Sukabumi juga menyerahkan Surat Keputusan (SK) pemberian tugas kepada 53 guru yang diangkat menjadi kepala sekolah. Rinciannya, sebanyak 47 orang ditetapkan sebagai Kepala Sekolah Dasar Negeri (SDN) dan enam orang sebagai Kepala Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN).
Acara yang dihadiri oleh Wakil Bupati Sukabumi, Sekretaris Daerah, Kepala Dinas Pendidikan, Kepala BKPSDM, Ketua Dewan Pendidikan, serta pengurus DPD dan DPC AKSI Jawa Barat ini juga diisi dengan penyerahan penghargaan kepada para inisiator DPC AKSI Kabupaten Sukabumi.
Sebagai simbol dukungan terhadap literasi dan pengembangan ilmu pengetahuan, Ketua DPP AKSI Jawa Barat, Dudung Nurullah Koswara, menyerahkan buku karyanya kepada Bupati, Wakil Bupati, dan Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi.
(Hans)














