Danrem 074/Wrt Cek 9 Jembatan di Boyolali, Pastikan Konstruksi dan Akses Aman bagi Warga

BOYOLALI SAMBAR ID, 6 Oktober 2026 — Sembilan jembatan di wilayah Kabupaten Boyolali menjadi sasaran pengecekan langsung Danrem 074/Warastratama Kolonel Inf Muhammad Arry Yudistira, S.I.P., M.I.Pol., M.Han., bersama tim Korem 074/Wrt dan Denzibang IV/IV Surakarta, Selasa (6/10/2026).

Pengecekan dilakukan untuk memastikan hasil pembangunan infrastruktur tersebut dalam kondisi baik, memenuhi aspek teknis, serta aman sebelum dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat.

Danrem bersama rombongan sekitar 20 personel didampingi Dandim 0724/Boyolali Letkol Inf Gunawan Nurbathin meninjau langsung kondisi fisik jembatan di sejumlah kecamatan.

Sedikitnya sembilan lokasi yang diperiksa meliputi Jembatan Beton Desa Sumur, Kecamatan Tamansari; Jembatan Gantung Desa Bolo, Kecamatan Wonosegoro; Jembatan Gantung Desa Nglembu, Kecamatan Sambi; Jembatan Beton dan Jembatan Gantung Desa Keyongan, Kecamatan Nogosari; Jembatan Gantung Desa Cerme; Jembatan Beton Desa Pilangrejo; serta dua Jembatan Beton di Kelurahan Sambeng, Kecamatan Juwangi.

Fokus pada Kelayakan dan Keselamatan

Pemeriksaan tidak hanya melihat hasil pembangunan secara visual. Tim turut mengecek sejumlah bagian penting yang berkaitan dengan keamanan penggunaan jembatan.

Aspek yang diperiksa antara lain kondisi konstruksi, ketahanan tali penggantung atau sling pada jembatan gantung, kekuatan pagar pengaman, kesesuaian panjang dan lebar jembatan, serta kondisi akses jalan menuju lokasi.

Langkah tersebut menjadi bagian dari pengecekan lapangan untuk memastikan fasilitas yang telah dibangun dapat digunakan sesuai peruntukannya.

Berdasarkan hasil peninjauan, sejumlah pembangunan jembatan yang diperiksa dilaporkan telah mencapai progres 100 persen.

Dengan rampungnya pembangunan, keberadaan jembatan diharapkan dapat memperlancar akses warga, termasuk mobilitas menuju lahan pertanian, permukiman, pusat kegiatan ekonomi, sekolah, maupun fasilitas umum.

Bukan Sekadar Penghubung

Jembatan bagi masyarakat di wilayah pedesaan bukan hanya berfungsi sebagai sarana penyeberangan. Infrastruktur tersebut menjadi bagian penting dalam membuka dan memperlancar konektivitas antarwilayah.

Akses yang lebih baik dapat membantu aktivitas warga, terutama ketika jembatan menjadi jalur penghubung menuju lokasi pertanian dan berbagai pusat pelayanan masyarakat.

Namun, keberlanjutan manfaat tersebut juga bergantung pada kondisi dan pemeliharaan infrastruktur setelah digunakan.

Karena itu, masyarakat diimbau ikut menjaga fasilitas jembatan yang telah dibangun. Pemeliharaan bersama diperlukan agar infrastruktur tetap berfungsi dan dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.

(Agus Kemplu)

Lebih baru Lebih lama