Dialog Akademik Teknologi Pertanian UNM: Mahasiswa Soroti Perkuliahan Daring, Materi Pembelajaran, dan Fasilitas


SAMBAR.ID, MAKASSAR
— Jurusan Teknologi Pertanian, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Makassar (UNM), menyelenggarakan dialog akademik pada Jumat, 9 Oktober 2026. Kegiatan rutin tahunan himpunan mahasiswa ini menjadi ruang terbuka untuk menyampaikan aspirasi, mengevaluasi proses perkuliahan, serta menyelaraskan persepsi antara pengelola jurusan, dosen, organisasi kemahasiswaan, dan mahasiswa.


Ketua Himpunan, Nahrul Hayat Anshari, menyampaikan bahwa dialog akademik tersebut merupakan agenda tahunan yang penting untuk membangun komunikasi antara mahasiswa dan pengelola jurusan.


Seluruh unsur pengelola Jurusan Teknologi Pertanian turut hadir, yakni Ketua Jurusan Dr. Ir. A. Sukainah, S.TP., M.Si., IPM.; Ketua Program Studi Pendidikan Teknologi Pertanian (PTP), Amirah Mustarin, S.Pi., M.Si.; Ketua Program Studi Teknologi Industri Pertanian (TIP), Indrayani, S.Pi., M.Biotech., Ph.D.; serta Ketua Program Studi Sains Perikanan, Prof. Dr. Ir. Patang, M.Si., IPM. Kegiatan ini juga dihadiri para dosen dan mahasiswa.


Ketua Jurusan Teknologi Pertanian menegaskan bahwa dialog akademik merupakan sarana bagi mahasiswa untuk menyampaikan pendapat dan mengungkapkan berbagai persoalan yang mereka hadapi selama proses perkuliahan.


Mahasiswa Sampaikan Aspirasi, Tiga Isu Mengemuka


Antusiasme mahasiswa terlihat dari banyaknya pertanyaan, saran, dan masukan yang disampaikan selama dialog berlangsung. Sejumlah aspirasi mengarah pada tiga persoalan utama: efektivitas perkuliahan daring, inovasi materi pembelajaran, dan kelayakan fasilitas ruang kuliah.


Adrian, perwakilan mahasiswa angkatan 2024, mempertanyakan pelaksanaan perkuliahan daring serta proporsi yang ideal antara pembelajaran daring dan luring. Pertanyaan ini menyoroti pentingnya pengaturan metode pembelajaran agar tetap efektif dan sesuai dengan kebutuhan mahasiswa.


Sementara itu, Nur Aini Nafiza, perwakilan angkatan 2025, menyarankan agar materi perkuliahan lebih variatif dan mutakhir mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Ia menekankan penggunaan media pembelajaran seperti animasi, gambar, video, serta metode kreatif lainnya untuk meningkatkan keterlibatan mahasiswa dan menciptakan suasana perkuliahan yang lebih hidup.


Aspirasi berikutnya disampaikan Andi Amrul, mahasiswa angkatan 2025, yang menyoroti perlunya perbaikan fasilitas perkuliahan. Ia menyarankan pembenahan sarana pendukung, seperti kipas angin atau pendingin ruangan (AC), kursi, dan meja, demi menciptakan lingkungan belajar yang nyaman dan kondusif.


Bukan Sekadar Dialog, Aspirasi Menuntut Tindak Lanjut

Dialog akademik berlangsung lancar dengan partisipasi aktif mahasiswa. Berbagai masukan yang disampaikan menjadi bahan evaluasi bagi pengelola jurusan untuk meningkatkan kualitas layanan akademik, metode pembelajaran, dan fasilitas pendidikan.


Kegiatan ini sekaligus menegaskan bahwa peningkatan mutu pendidikan tidak cukup hanya melalui proses belajar-mengajar di ruang kelas. Komunikasi yang terbuka, kesediaan mendengar aspirasi, dan tindak lanjut yang terukur juga menjadi bagian penting dalam membangun lingkungan akademik yang berkualitas.


Dialog akademik akan semakin bermakna apabila setiap aspirasi tidak berhenti sebagai catatan forum, tetapi ditindaklanjuti melalui evaluasi, penentuan prioritas, dan langkah perbaikan yang nyata. Dengan demikian, kegiatan rutin ini dapat menjadi instrumen bersama untuk mewujudkan perkuliahan yang lebih efektif, fasilitas yang lebih memadai, serta pengalaman belajar yang semakin berkualitas bagi mahasiswa Jurusan Teknologi Pertanian UNM. (MS)

Lebih baru Lebih lama