H. JUNAJAH JAJAH NURDIANSYAH, S.Pd BUKA LOMBA MANCING BADONG PADA SYUKURAN HARI NELAYAN KE-4 DESA SANGRAWAYANG


SAMBAR.ID | SUKABUMI – Ratusan nelayan dan wisatawan memadati Pantai Sangrawayang, Desa Sangrawayang, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, dalam rangka memeriahkan Syukuran Hari Nelayan ke-4. Puncak acara ditandai dengan pelaksanaan lomba memancing tradisional menggunakan perahu badong di tengah laut, yang dibuka secara langsung oleh Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi dari Fraksi PDI Perjuangan, H. Junajah Jajah Nurdiansyah, S.Pd.


Suasana pantai yang biasanya tenang berubah menjadi semarak dengan kehadiran 410 peserta lomba mancing. Tidak hanya berasal dari wilayah Sukabumi, antusiasme peserta juga datang dari berbagai daerah seperti Bandung, Bekasi, dan wilayah lainnya. Kehadiran mereka menandakan bahwa potensi wisata bahari Desa Sangrawayang mulai dilirik sebagai destinasi unggulan baru di pesisir selatan Jawa Barat.


H. Junajah Jajah Nurdiansyah dalam sambutannya menekankan bahwa momentum syukuran ini bukan sekadar ritual adat, melainkan strategi promosi budaya dan pariwisata. Ia menilai inisiatif kaum muda desa dalam melestarikan tradisi memancing dengan badong merupakan langkah cerdas untuk menciptakan ikon daerah.


"Ini adalah momen strategis untuk memasarkan destinasi wisata sekaligus keunggulan budaya Desa Sangrawayang. Lomba mancing badong yang dipelopori anak-anak muda ini menjadi ajang promosi bagi putra daerah untuk memperkenalkan identitas dan ikon desa ke khalayak yang lebih luas," ujar H. Junajah, Sabtu (17/10/2026).


Anggota dewan yang akrab disapa H. Junajah tersebut memberikan apresiasi tinggi kepada panitia pelaksana yang mayoritas terdiri dari generasi muda. Menurutnya, keterlibatan pemuda lokal menunjukkan adanya regenerasi kepemimpinan dan kepedulian terhadap pelestarian nilai-nilai kelautan.


Meski memberikan pujian atas gelaran acara, H. Junajah juga menyoroti tantangan infrastruktur yang masih menghambat optimalisasi potensi wisata Sangrawayang. Ia juga mengungkapkan bahwa akses jalan menuju kawasan wisata tersebut masih minim dan membutuhkan perhatian serius dari pemerintah daerah, khususnya Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi.


"Saya akan terus mendorong agar perbaikan akses dan infrastruktur ke kawasan wisata ini menjadi prioritas. Tanpa infrastruktur yang memadai, potensi wisata seindah apapun akan sulit berkembang maksimal," tegasnya.


H. Junajah berharap, dengan adanya dukungan infrastruktur dan promosi yang berkelanjutan, Desa Sangrawayang dapat menjadi salah satu destinasi wisata bahari andalan di Kabupaten Sukabumi yang mampu meningkatkan ekonomi masyarakat lokal.


Sementara itu, Ketua Panitia Syukuran Hari Nelayan mengungkapkan kebanggaannya atas respons positif masyarakat. Dengan jumlah peserta mencapai 410 orang dari berbagai kota besar, ia optimistis bahwa event tahunan ini dapat terus berkembang.


"Kami berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga mempererat tali silaturahmi antar-nelayan dan membuka peluang ekonomi baru bagi warga sekitar melalui sektor pariwisata," pungkasnya.


Acara syukuran ini diharapkan menjadi tonggak penting bagi Desa Sangrawayang untuk bangkit sebagai desa wisata yang mandiri, berbudaya, dan berwawasan lingkungan, sejalan dengan visi pembangunan Kabupaten Sukabumi tahun 2026.


(Hans)

Lebih baru Lebih lama