Malam Penobatan Duta Batik Indonesia 2026 Sukses Digelar, Anak Cilacap Umur 9 Tahun Jadi Top Model Duta Batik Indonesia 2026*





Cilacap,Sambar.id

Yogyakarta, - Balai room Hotel Merapi Merbabu Yogyakarta dipenuhi berbagai peserta dari 38 provinsi yang ada di Indonesia.



Sebanyak 38 finalis dari umur 7-39 tahun memperebutkan gelar Duta Batik Indonesia 2026, pada Selasa malam (13/10/26).


Penentuan pemenang dilakukan melalui tahapan seleksi dari tanggal 11-13 Oktober 2026 yang menguji kemampuan finalis, termasuk pengetahuan tentang batik sebagai warisan budaya Indonesia.


Malam itu, rangkaian seleksi berlanjut dari 38 finalis menuju 7 besar, 5 besar dan 3 besar. Setelahnya proses kurasi semakin ketat dengan beragam pertanyaan pengetahuan batik hingga terpilihnya juara dan runner-up. 



Berdasarkan penilaian juri, peserta asal Jawa Tengah Nathania Faida Azmi Fatchurohman asal dari Kabupaten Cilacap terpilih menjadi Top Model Duta Batik Indonesia 2026 Tingkat Nasional.



Menurut panitia, pengetahuan tentang batik menjadi salah satu aspek penting dalam penilaian.


Para finalis tidak cukup hanya mampu mengenakan batik, tetapi juga diharapkan memahami jenis, sejarah, serta nilai budaya yang terkandung di dalamnya.


“Dewan juri menentukan melalui 10 pertanyaan yang harus mereka jawab. Kita berupaya supaya generasi ini paham tentang batik. Tidak hanya memakai, melainkan juga mengetahui keberagaman batik Nusantara,” jelasnya.


Duta Batik Indonesia 2026 memasuki tahun ketiga penyelenggaraan.


Tahun ini, kegiatan dikemas lebih luas dengan konsep yang melibatkan pelaku UMKM, dan para desainer. 


Melalui ajang tersebut, penyelenggara berharap para pemenang dapat menjadi duta batik yang ikut memperkenalkan dan melestarikan warisan budaya Indonesia, terutama di kalangan generasi muda.


Hal serupa disampaikan Duta Batik Indonesia 2025 sdri. mayang ayunani.


"Pesan saya, lanjutkan edukasi batik ke berbagai kalangan, karena pembatik saat ini membutuhkan generasi muda untuk mau melestarikan budaya warisan bangsa," ujarnya. 


Mayang menceritakan beberapa pengalaman yang ia dapatkan selama satu tahun menjadi Duta Batik Indonesia.


Ia mengungkapkan, tantangan terbesar saat ini terletak pada pemahaman batik bagi gen Z. 


Hal tersebut, lanjut dia, bisa dilakukan dengan menggelar berbagai perlombaan terkait batik sebagai bentuk edukasi terutama menyasar perempuan dan anak-anak. 


Selaku pemenang Top Model Duta Batik Indonesia 2026 Nathania Faida menegaskan bahwa batik bukan sekadar kain atau busana, karena batik mengandung nilai sejarah, filosofi, kreativitas, ketekunan dan identitas bangsa indonesia. "Karena itu menjaga dan mengembangkan batik merupakan tanggungjawab kita bersama khususnya generasi muda," sebut Nathania.


Ditambahkan Nathania, Kota Cilacap Jawa Tengah memiliki kedekatan yang sangat kuat dengan batik, sebagai kota bercaya di Indonesia memiliki tradisi batik yang telah berkembang secara turun temurun dan menjadi kehidupan penting dari kehidupan masyarakat. "Batik telah menjadi kekuatan ekonomi kreatif yang memberikan ruang bagi pengrajin, pelaku UMKM, desainer dan generasi muda untuk terus berkreasi," pungkasnya.


Penulis Faturohman 

Jurnalis Sugeng Rahmat 

Lebih baru Lebih lama