SAMBAR.ID, Palu, Sulteng – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Sulawesi Tengah (Sulteng) mulai menyusun langkah dan strategi dalam menghadapi Pemilihan Umum (Pemilu) dan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2029 mendatang.
Olehnya Ketua DPD Partai Golkar Sulteng, H. Arus Abdul Karim, menegaskan bahwa fokus utama partai saat ini adalah memantapkan langkah strategis guna meraih kemenangan maksimal di legislatif sebelum melangkah ke kontestasi kepala daerah.
Dalam keterangannya, H. Arus Abdul Karim menyampaikan bahwa Golkar Sulteng menargetkan perolehan kursi yang signifikan di tingkat provinsi maupun Kabupaten/Kota, Selasa pagi, (20/10/2026).
"Untuk target di Provinsi, Insya Allah target kita sebanyak 11 kursi," ujar Arus Abdul Karim kepada awak media, ditemui usai Agenda Tasyakuran dan HUT ke 62 Partai Golkar di Kantor DPD Partai Golkar dibilangan Jalan Moh. Yamin, Palu Selatan, Kota Palu.
Selain target DPRD Provinsi, Golkar Sulteng juga mendorong penguatan basis di daerah-daerah strategis, khususnya kawasan Pasigala (Palu, Sigi, Donggala) serta Parigi Moutong. Golkar mendorong agar wilayah yang sebelumnya menduduki posisi Wakil Ketua DPRD dapat meningkat menjadi Ketua DPRD.
"Bagaimana untuk mau, misalnya Palu, kan masih Wakil Ketua, harus jadi Ketua. Kemudian Donggala dan Parigi Moutong juga kita targetkan unsur pimpinan," jelasnya.
Ia menambahkan bahwa hasil Pemilu 2024 menjadi modal kuat bagi Golkar, di mana partai berhasil mengamankan posisi penting di kawasan Pasigala, termasuk memiliki dua bupati dan satu wakil Wali Kota.
Konsolidasi partai juga terus berjalan di wilayah lain seperti Morowali Utara, di mana Golkar berhasil mempertahankan dominasi di DPRD selama dua periode.
Ketika ditanya mengenai calon gubernur maupun wali kota/bupati yang akan diusung pada Pilkada mendatang, H. Arus Abdul Karim menegaskan bahwa pihaknya saat ini belum menentukan sosok figurnya, melainkan berfokus pada pemenangan kursi legislatif terlebih dahulu.
"Kalau itu kita belum memikirkan siapa manusianya, tetapi target-target itu sudah kita pikirkan. Dengan perolehan kursi DPR yang kuat, itu secara tidak langsung meyakinkan kita ketika mau maju pada tahapan berikutnya untuk mendorong calon kepala daerah," pungkasnya.(*/Red).
Laporan : Ibrahim Aji












