SAMBAR.ID, Parimo, Sulteng - Operasi Pencarian dan Pertolongan (SAR) terhadap seorang nelayan yang dilaporkan hilang di perairan Tinombo, Desa Sidoan, Kabupaten Parigi Moutong, resmi ditutup pada Selasa (24/2/2026) pagi.
Korban ditemukan dalam keadaan selamat setelah sempat dinyatakan hilang selama lebih dari dua hari.
Kronologi Hilangnya Korban
Peristiwa ini bermula ketika korban, Anto (31), berangkat melaut sendirian pada Sabtu (21/2/2026) sekitar pukul 11.00 WITA.
Berdasarkan keterangan keluarga, Anto biasanya memancing di titik yang berjarak sekitar 20 mil laut dari Desa Sidoan dengan waktu tempuh dua jam dan lazimnya sudah kembali pada sore hari.
Kekhawatiran muncul saat Anto tak kunjung bersandar hingga malam tiba. Pihak keluarga bersama warga setempat sempat melakukan upaya pencarian mandiri, namun tidak membuahkan hasil.
Kejadian tersebut kemudian dilaporkan oleh istri korban, Ibu Novita, ke Pos SAR Parigi pada Senin (23/2) malam pukul 22.05 WITA.
Kepala Kantor SAR Palu (Kakansar), Moh. Rizal, S.H., segera merespons laporan tersebut dengan mengerahkan personel ke lokasi kejadian (LKP) yang berada pada koordinat 0^\circ14'52.05''N - 120^\circ34'35.11''E.
"Tim Rescue Pos SAR Parigi langsung kami berangkatkan menggunakan Rescue Car dan membawa perahu karet tak lama setelah laporan diterima. Jarak tempuh menuju lokasi mencapai 121 kilometer dengan estimasi waktu perjalanan darat selama 4 jam," ujar Moh. Rizal dalam keterangan persnya.
Operasi SAR dan Penemuan Korban
Memasuki hari kedua operasi, Selasa (24/2), tim gabungan yang terdiri dari Rescuers Pos SAR Parigi, Bhabinkamtibmas, BPBD Parigi, pemerintah desa, serta masyarakat setempat tiba di Desa Sidoan pukul 02.50 WITA.
Tim langsung melakukan koordinasi mendalam dan asesmen lapangan untuk memetakan area pencarian di perairan Tinombo. Namun, saat perencanaan taktis sedang dimatangkan, titik terang muncul pada pagi hari.
Pukul 07.10 WITA, tim SAR Gabungan menerima informasi langsung dari pihak keluarga bahwa Anto telah kembali ke rumah dalam keadaan sehat dan selamat.
Unsur SAR dan Alut yang Terlibat:
Untuk memastikan evakuasi berjalan lancar, sejumlah alat utama (Alut) telah disiagakan di lokasi, antara lain: Unit Darat, Rescue Car, Unit Air: Perahu Karet dan peralatan Water Rescue.
Kemudian untuk Pendukung: Peralatan komunikasi satelit, peralatan medis, dan alat evakuasi khusus.
Operasi Akhirnya Resmi Ditutup
Dengan kembalinya korban ke pangkuan keluarga, Kantor SAR Palu secara resmi menghentikan seluruh aktivitas pencarian.
"Mengingat korban sudah ditemukan dalam kondisi selamat, maka pada pukul 07.30 WITA operasi SAR dinyatakan selesai dan ditutup. Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh unsur potensi SAR, baik dari TNI/Polri, BPBD, maupun masyarakat nelayan yang sigap membantu," pungkas Moh. Rizal.
Kini, seluruh personel dan unit peralatan telah ditarik kembali ke kesatuan masing-masing. Pihak otoritas setempat tetap mengimbau para nelayan untuk selalu waspada terhadap cuaca ekstrem dan melengkapi diri dengan alat komunikasi serta pelampung saat melaut.**
Source : Hms Basarnas Palu





.jpg)





