Lestarikan Kearifan Lokal dan Budaya, Pemdes Gunung Karamat Gelar Saji 1.000 Tumpeng ke-6

SAMBAR.ID | SUKABUMIPemerintah Desa Gunung Karamat, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi menggelar tradisi tahunan "Gelar Saji 1.000 Tumpeng" yang ke-6 dalam balutan kearifan lokal yang berlangsung meriah. Sabtu (14/2/2026).


Kegiatan ini menjadi wujud rasa syukur masyarakat atas hasil bumi sekaligus menyambut datangnya bulan suci Ramadan 1447 H.


Acara tersebut dihadiri Camat Cisolok, Okih Fazri Assidiq, Danramil Cikakak/Cisolok, Rohyadi, unsur Forkopimcam, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta tamu undangan lainnya.


Kepala Desa Gunung Karamat, Subaeta, dalam wawancaranya menyampaikan bahwa kegiatan Gelar Saji 1.000 Tumpeng tahun ini merupakan pelaksanaan yang ke-6 sejak pertama kali digelar.


"Alhamdulillah, hari ini kami kembali melaksanakan kegiatan Gelar Saji 1.000 Tumpeng yang ke-6. Inisiasi kegiatan ini berangkat dari kebiasaan warga kami yang selalu menggelar doa bersama sebelum bercocok tanam dan setelah panen sebagai bentuk rasa syukur," ujarnya.


Menurut Subaeta, tradisi ini telah mengakar dalam kehidupan masyarakat Desa Gunungkaramat yang mayoritas berprofesi sebagai petani. Momentum menjelang Ramadan dipilih karena dinilai selaras dengan semangat meningkatkan ibadah dan mempererat kebersamaan.


"Karena mayoritas masyarakat Desa Gunungkaramat beragama Islam, maka pelaksanaan kegiatan ini kami sesuaikan dengan kebiasaan, yakni digelar menjelang Ramadan sebagai ajang papajar (persiapan menyambut Ramadan)," jelasnya.


Ia juga menuturkan bahwa seluruh anggaran kegiatan bersumber dari swadaya masyarakat Desa Gunungkaramat serta dukungan para donatur yang turut berpartisipasi secara sukarela.


"Kegiatan ini murni dari swadaya masyarakat dan para donatur yang hari ini telah menyumbangkan rezekinya. Ini bukti nyata kekompakan dan semangat gotong royong warga," tambahnya.


Ke depan, Subaeta berharap adanya perhatian dan dukungan dari pemerintah daerah, provinsi, hingga pusat agar kegiatan ini dapat terus berlanjut dan berkembang.


"Kami berharap ada perhatian dari pemerintah, baik daerah, provinsi, maupun pusat, untuk keberlangsungan acara ini. Mudah-mudahan Gelar Saji 1.000 Tumpeng bisa menjadi agenda rutin masyarakat Desa Gunungkaramat dan tidak terpaku pada masa jabatan kepala desa yang saya emban hari ini," tegasnya.


Sementara itu, Camat Cisolok, Okih Fazri Assidiq, menyampaikan apresiasi dan dukungannya terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menilai tradisi ini memiliki nilai positif dalam membangun kebersamaan dan meningkatkan ketakwaan masyarakat.


"Alhamdulillah, hari ini Desa Gunung Karamat melaksanakan Gelar Saji 1.000 Tumpeng ke-6 menjelang bulan Ramadan. Ini kegiatan yang sangat positif sebagai edukasi untuk memupuk kebersamaan serta meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT sebagai bentuk rasa syukur atas nikmat, khususnya hasil pertanian di desa ini," ungkapnya.


Sebagai unsur Forkopimcam Kecamatan Cisolok, pihaknya menyatakan siap mendukung kegiatan-kegiatan berbasis budaya dan keagamaan yang membawa manfaat bagi masyarakat.


"Kami sangat mendukung kegiatan ini. Pesan kami kepada masyarakat, terus pupuk rasa kebersamaan. Kegiatan ini bukan sekadar seremonial, tetapi menjadi simbol rasa syukur, silaturahmi, dan lambang persatuan. Apalagi menjelang Ramadan, mari kita jadikan momentum ini sebagai 1.000 kebaikan," tuturnya.


Dukungan serupa juga disampaikan Danramil Cikakak/Cisolok, Rohyadi. Ia mengapresiasi upaya Pemerintah Desa Gunungkaramat dalam melestarikan budaya tradisional di tengah derasnya pengaruh budaya luar.


"Saya sebagai Danramil Cisolok sangat mengapresiasi acara Gelar Saji 1.000 Tumpeng yang dilaksanakan oleh Pemerintah Desa Gunung Karamat. Ini adalah bentuk nyata pelestarian budaya tradisional dan kearifan lokal," katanya.


Menurutnya, menjaga dan melestarikan budaya lokal merupakan bagian dari upaya memperkuat ketahanan nasional, terutama dalam menghadapi arus globalisasi dan pengaruh budaya asing.


"Ancaman saat ini banyak budaya lokal yang tergerus oleh budaya asing. Dengan melestarikan budaya seperti ini, kita bisa membangun dan membangkitkan ketahanan nasional terhadap pengaruh tersebut," tegasnya.


Ia juga berharap kegiatan ini dapat berdampak pada peningkatan sektor ekonomi dan pertanian di desa tersebut.


"Ke depan, mudah-mudahan kegiatan ini bisa menjadi pemicu kebangkitan ekonomi pertanian dan potensi lainnya di desa ini. Ini potensi yang sangat bagus untuk dimanfaatkan sebagai kekuatan logistik daerah dalam mendukung ketahanan pangan nasional," pungkRamadan


Gelar Saji 1.000 Tumpeng pun berlangsung penuh kebersamaan. Seribu tumpeng yang tersaji menjadi simbol rasa syukur, doa, dan harapan masyarakat Desa Gunungkaramat agar keberkahan, hasil panen melimpah, serta persatuan tetap terjaga, khususnya dalam menyambut bulan suci Ramadan. 



(Hans)

Lebih baru Lebih lama