Penanaman Bawang Putih Serentak di 17 Provinsi, Bantaeng Dukung Percepatan Swasembada Nasional

BANTAENG SAMBAR ID — Upaya mempercepat terwujudnya swasembada bawang putih nasional terus digencarkan. Penanaman bawang putih serentak digelar di 17 provinsi di Indonesia, termasuk di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, Rabu (19/8/2026).

Di Bantaeng, kegiatan tersebut dipusatkan di kawasan Gunung Loka, Desa Bonto Marannu, Kecamatan Ulu Ere, tepat di samping menara pemancar TVRI Nasional. Kegiatan dimulai sekitar pukul 09.00 Wita dan berlangsung hingga selesai.

Penanaman serentak ini menjadi bagian dari langkah konkret pemerintah bersama jajaran Kepolisian Negara Republik Indonesia dan para pemangku kepentingan untuk meningkatkan produksi bawang putih dalam negeri sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.

Di Kabupaten Bantaeng, kegiatan dipimpin langsung oleh Kapolres Bantaeng. Sejumlah pejabat dan pemangku kepentingan turut hadir, di antaranya Kapolda Sulawesi Selatan, Bupati Bantaeng, jajaran SKPD dan OPD Kabupaten Bantaeng, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Analisis Hak Asasi Manusia Republik Indonesia, seluruh Kapolsek jajaran Polres Bantaeng, para camat dan kepala wilayah terkait, ketua kelompok tani, serta perwakilan perusahaan penyedia bibit bawang putih dan pupuk pendukung.

Pelaksanaan kegiatan tersebut mengacu pada Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2026. Selain itu, kegiatan ini juga merupakan tindak lanjut hasil Rapat Koordinasi yang dipimpin Wakapolri pada 29 dan 30 Juli 2026 mengenai dukungan penuh Polri terhadap percepatan program swasembada bawang putih nasional tahun anggaran 2026.

Program penanaman serentak di berbagai daerah diharapkan mampu mendorong peningkatan produksi bawang putih nasional secara signifikan. Peningkatan produksi dalam negeri diharapkan dapat menekan ketergantungan terhadap impor serta memperkuat ketersediaan komoditas bawang putih bagi kebutuhan masyarakat.

Tidak hanya berorientasi pada ketahanan pangan, program tersebut juga diharapkan memberikan dampak langsung terhadap perekonomian masyarakat, khususnya para petani. Dengan dukungan bibit, pupuk, pendampingan dan penguatan produksi, petani diharapkan memperoleh peluang ekonomi yang lebih besar dari pengembangan komoditas bawang putih.

Bantaeng menjadi salah satu daerah yang mengambil bagian dalam gerakan nasional tersebut. Kondisi geografis dan potensi lahan pertanian di kawasan Ulu Ere menjadi salah satu modal penting dalam pengembangan bawang putih sebagai komoditas pertanian strategis.

Kegiatan penanaman serentak ini sekaligus menunjukkan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, Kepolisian, kelompok tani dan pihak swasta dalam mendukung agenda ketahanan pangan nasional.

Dari kawasan Gunung Loka, Bantaeng, gerakan penanaman bawang putih tersebut menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk mewujudkan Indonesia yang semakin mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan, sekaligus memperkuat kesejahteraan petani di berbagai daerah.(red)
Lebih baru Lebih lama