Sambil Ngopi, Adi HB Cerita Perjalanan dari Sambil Ngopi, Adi HB Cerita Perjalanan dari Nol hingga Menjadi Sosok Pekerja di Lingkungan Harapan Baru


Herlang Bulukumba Sambar id — Secangkir kopi menjadi teman obrolan santai Adi HB bersama awak media Sambar.id di Kecamatan Herlang. Tanpa suasana formal, Adi bercerita lepas tentang perjalanan hidup, pengalaman di lingkungan pemerintahan, politik, hingga sosok-sosok yang menurutnya telah memberi warna besar dalam perjalanan dirinya.

Di tengah obrolan yang sesekali diselingi tawa, Adi mengisahkan bagaimana dirinya mulai mengenal lingkungan Harapan Baru sejak momentum Pilkada 2020. Dari perjalanan tersebut, ia perlahan memahami arti politik, pemerintahan, loyalitas, disiplin dan tanggung jawab.
Adi merupakan pria kelahiran Herlang yang disebut mulai mendapat perhatian karena talenta dan karakter kerjanya. Selama kurang lebih lima tahun berada dalam lingkungan Harapan Baru, sosoknya cukup dikenal oleh sejumlah pentolan Harapan Baru jilid pertama.

Namun, perjalanan itu menurut Adi bukan sesuatu yang datang begitu saja. Ia mengaku memulai semuanya dari nol.

Dari Nol Belajar Politik dan Pemerintahan

Dalam percakapan santai bersama Sambar.id, Adi secara terbuka menceritakan sosok Andi Nurfidyah Samad, Camat Herlang yang saat itu masih menjabat sebagai Sekretaris Kecamatan.

Menurut Adi, pertemuannya dengan sang camat menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanan hidupnya.

«“Kami sangat bersyukur bertemu dengan sosok Pak Camat. Saat itu beliau masih Sekcam. Saya datang ke rumah beliau dan beliau yang memberikan motivasi kepada kami,” cerita Adi.»

Ia mengungkapkan, saat itu dirinya masih berdomisili di Kecamatan Kajang dan mengikuti istrinya. Dari komunikasi tersebut, ia kemudian mendapat motivasi untuk pindah dan mulai mengenal lebih banyak orang.

“Saya diperkenalkan dengan semua orang hebat. Dari situ kami mulai memahami bahwa kami bukan siapa-siapa. Beliau mengajarkan kami etika dan adab ketika bersama orang penting, bagaimana membawa diri dalam ranah politik, arti loyalitas, disiplin dan tanggung jawab,” ungkapnya.

Menurut Adi, pembelajaran tersebut tidak hanya berkaitan dengan pekerjaan, tetapi juga kehidupan keluarganya.

Ia mengaku mendapat dorongan untuk memperhatikan pendidikan anaknya hingga bisa melanjutkan kuliah.

“Bahkan anak kami didorong untuk kuliah. Sampai kami bisa menjadi PPPK, kami merasa banyak dukungan dan motivasi yang diberikan beliau,” katanya.

Momen Tali Bendera Putus pada 2024

Salah satu cerita yang masih melekat dalam perjalanan Adi adalah sebuah kejadian pada 2024 ketika tali bendera tiba-tiba putus dalam sebuah kegiatan upacara.

Saat itu suasana sempat terdiam. Tidak banyak yang langsung bergerak mengambil tindakan.

Di tengah situasi tersebut, Adi disebut tampil dan mengambil peran.

Momen itu kemudian menjadi salah satu gambaran karakter Adi yang dikenal tidak banyak menunggu ketika melihat pekerjaan harus segera diselesaikan.

Sosoknya bahkan dinilai memiliki karakter yang mengingatkan pada almarhum BJ, terutama dalam keberanian mengambil tanggung jawab dan bekerja tanpa banyak bicara.

“Dikerja, Tidak Dicerita”

Dalam obrolan bersama awak media Sambar.id, Adi juga berbicara mengenai prinsip yang selama ini dipegangnya.

“Dikerja, tidak dicerita.”

Bagi Adi, kalimat tersebut bukan sekadar tagline. Ia berusaha menjadikannya sebagai prinsip dalam menjalankan setiap tugas.

“Kalau ada pekerjaan, kita kerjakan. Mau ringan atau berat, harus selesai. Jangan bekerja hanya karena ada uang. Kalau sudah diberikan tanggung jawab, kita harus bertanggung jawab,” tuturnya.

Orang-orang yang mengenalnya juga menggambarkan Adi sebagai sosok pekerja yang tidak mudah mengeluh.

Ia disebut tidak terlalu memperhitungkan apakah pekerjaan tersebut ringan atau berat. Selama menjadi tanggung jawabnya, pekerjaan harus diselesaikan.

“Jujur, susah mencari orang seperti beliau. Bekerja tidak mengeluh, bukan karena ada uang baru bekerja, bahkan terkadang beliau harus berkorban. Yang penting pekerjaan selesai,” ungkap salah seorang yang mengenalnya.

Sosok yang Dinilai Sulit Dicari

Di mata Camat Herlang, karakter seperti Adi HB dinilai tidak mudah ditemukan.

Bukan karena ia paling banyak berbicara, tetapi karena konsisten bekerja dan berusaha menyelesaikan tugas.

“Di mata kami, sosok Pak Adi itu susah kita dapatkan. Dia pekerja, bertanggung jawab dan kalau ada pekerjaan berusaha dituntaskan,” demikian gambaran terhadap sosok Adi.

Perjalanan Adi juga memperlihatkan bagaimana seseorang dapat berkembang ketika diberikan kesempatan, kepercayaan dan pembelajaran.
Dari yang mengaku tidak memiliki pengalaman politik maupun pemerintahan, ia perlahan memahami bagaimana menjaga etika, membangun komunikasi, bekerja dalam tim dan menjaga loyalitas.

Ngopi dan Cerita yang Tidak Formal

Pertemuan Adi HB dengan awak media Sambar.id di Herlang akhirnya bukan sekadar obrolan biasa.

Secangkir kopi menjadi pembuka cerita tentang perjalanan panjang seorang pria kelahiran Herlang yang tumbuh dari pengalaman dan proses.
Tidak ada panggung, tidak ada pidato, dan tidak ada suasana resmi. Hanya obrolan lepas yang kemudian membuka banyak cerita tentang Harapan Baru, pemerintahan, loyalitas, keluarga, hingga orang-orang yang pernah memberikan ruang bagi dirinya untuk berkembang.

Adi pun tetap dengan prinsipnya.

Bekerja tidak harus selalu diceritakan. Sebab, bagi Adi HB, yang paling penting adalah pekerjaan selesai dan tanggung jawab ditunaikan.
Dari Herlang, secangkir kopi sore itu menjadi saksi sebuah cerita sederhana: tentang seorang pekerja yang memilih lebih banyak bergerak daripada berbicara.
Lp:AfsAs77M.red
Lebih baru Lebih lama