SINJAI, SAMBAR.ID — Jalan sehat dalam rangka memperingati Hari Pramuka ke-65 Tahun 2026 yang digelar Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Sinjai, Minggu (13/9/2026), menyisakan persoalan lingkungan. Sampah terlihat berserakan di sejumlah titik yang menjadi bagian dari jalur kegiatan.
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 08.00 WITA tersebut dilepas oleh Bupati Sinjai, Dra. Hj. Ratnawati Arif, M.Si., didampingi Ketua Kwarcab Kabupaten Sinjai Achmad Fauzan, S.E., M.M., Ketua Harian Kwarcab Irwan Suaib, S.STP., M.Si., Kepala Dinas Sosial Andi Baso Mangungrawa, S.E., serta Plt. Camat Sinjai Selatan Drs. Muh. Akbar, M.H.
Jalan sehat mengambil titik awal dan akhir di Lapangan Sepak Bola Bikeru 1, Lingkungan Bolaromang, Kelurahan Sangiasseri. Peserta kemudian bergerak melalui Jalan Pahlawan, menuju Jalan Pasar Samaenre, Jalan Buhung Tembo, Jalan Eks Pasar Samaenre, sebelum kembali melalui Jalan Pahlawan menuju lokasi finis.
Kegiatan tersebut merupakan rangkaian Perkemahan Sabtu Minggu (Persami) dalam rangka memperingati Hari Pramuka ke-65 Tahun 2026. Pesertanya merupakan warga perkemahan yang mayoritas terdiri dari pendidik dan tenaga kependidikan dari lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Sinjai.
Namun, di balik semarak kegiatan dan antusiasme peserta, persoalan sampah menjadi sorotan. Sejumlah sampah yang ditinggalkan setelah aktivitas jalan sehat disebut mengganggu pemandangan dan memunculkan pertanyaan mengenai pengelolaan kebersihan selama dan setelah kegiatan.
Kondisi tersebut menjadi ironi tersendiri. Gerakan Pramuka selama ini tidak hanya identik dengan kegiatan pembinaan generasi muda, tetapi juga dengan pendidikan karakter, kedisiplinan, kepedulian terhadap lingkungan, serta tanggung jawab sosial.
Pertanyaannya sederhana: setelah peserta berjalan sehat, siapa yang bertanggung jawab memastikan jalur yang dilalui kembali bersih?
Penyelenggaraan kegiatan masyarakat yang melibatkan banyak orang semestinya tidak berhenti pada suksesnya acara. Aspek kebersihan dan pengelolaan sampah juga menjadi bagian penting dari tanggung jawab penyelenggara.
Apalagi kegiatan tersebut dilaksanakan di ruang publik dan melibatkan unsur pemerintah daerah, jajaran Kwartir Cabang Gerakan Pramuka, pendidik, serta tenaga kependidikan.
Karena itu, publik patut mendapatkan penjelasan: apakah panitia telah menyiapkan petugas kebersihan dan tempat pembuangan sampah yang memadai selama kegiatan berlangsung? Apakah setelah jalan sehat selesai dilakukan pembersihan menyeluruh terhadap rute yang dilalui peserta?
Sampah yang berserakan tidak semestinya menjadi “warisan” sebuah kegiatan yang membawa nama pendidikan, pembinaan karakter, dan Hari Pramuka.
Semangat Pramuka mestinya tidak hanya terlihat ketika seragam dikenakan dan barisan dibentuk, tetapi juga ketika setiap peserta dan penyelenggara meninggalkan lokasi kegiatan dalam kondisi lebih bersih daripada sebelumnya.
Sambar.id masih mengupayakan konfirmasi kepada pihak Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Sinjai dan pihak terkait mengenai pengelolaan sampah serta langkah pembersihan pascakegiatan.
Hingga berita diterbitkan, pihak terkait sementara diusahakan dikonfirmasi. (@mr)











