Makassar, Sambar.id — Kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dirasakan manfaatnya oleh Husnul Khatimah (23), fresh graduate asal Kota Makassar, saat membutuhkan layanan kesehatan. Baginya, JKN bukan sekadar jaminan pembiayaan pengobatan, tetapi juga investasi jangka panjang untuk menghadapi risiko kesehatan.
Husnul telah menjadi peserta JKN sejak 2016. Awalnya terdaftar sebagai tanggungan orang tua, kini ia melanjutkan kepesertaannya sebagai peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) atau peserta mandiri.
Pengalaman terbarunya terjadi sekitar dua bulan lalu ketika ia mengalami sakit kepala yang cukup mengganggu. Setelah memeriksakan diri ke Puskesmas dan menjalani pemeriksaan darah, diketahui kadar kolesterolnya tinggi.
“Sekitar dua bulan lalu saya mengalami sakit kepala dan memeriksakan diri ke Puskesmas. Setelah dilakukan pemeriksaan darah, ternyata kadar kolesterol saya tinggi,” jelasnya, Selasa (4/9).
Menurut Husnul, manfaat JKN semakin terasa ketika menghadapi kondisi kesehatan yang membutuhkan penanganan serius. Ia mengaku pernah menjalani operasi kaki yang, menurutnya, akan membutuhkan biaya besar apabila harus ditanggung sendiri.
“Ketika saya menjalani operasi kaki, biayanya tentu sangat mahal jika harus dibayar sendiri. Untuk kasus besar seperti itu, BPJS Kesehatan benar-benar sangat membantu,” katanya.
Ia menilai JKN memberikan rasa aman, terutama bagi masyarakat dengan kondisi ekonomi menengah ke bawah. Tanpa jaminan kesehatan, kata Husnul, masih banyak masyarakat yang mungkin enggan berobat karena terkendala biaya.
“Kalau tidak ada Program JKN, mungkin banyak masyarakat yang tidak berani berobat karena masalah biaya. Apalagi biaya berobat makin hari makin tinggi,” ujarnya.
Meski demikian, Husnul berharap kualitas layanan JKN terus ditingkatkan, khususnya melalui optimalisasi antrean daring dan ketersediaan obat di fasilitas kesehatan. Ia menilai perbaikan tersebut penting agar peserta semakin mudah memperoleh pelayanan.
“Walaupun masih ada kekurangan, saya tetap akan menjadi peserta JKN karena ini merupakan investasi kesehatan jangka panjang. Program ini sangat baik dan memang dibutuhkan masyarakat,” ucapnya.
Bagi Husnul, kepesertaan JKN merupakan bentuk perlindungan kesehatan yang perlu dipertahankan, bukan hanya untuk menghadapi kebutuhan pengobatan saat ini, tetapi juga sebagai persiapan menghadapi risiko kesehatan di masa mendatang.(As77M)










