SAMBAR.ID, Palu, Sulteng - Tokoh masyarakat sekaligus pengamat politik, Idrus Hafid Hadado, menyatakan dukungannya terhadap Abcandra Muhammad Akbar Supratman untuk memimpin Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Sulawesi Tengah.
Dukungan tersebut disampaikan Idrus saat dikonfirmasi awak media melalui sambungan telepon WhatsApp, Sabtu (31/10/2026). Ia menilai Akbar memiliki semangat dan kapasitas untuk membawa organisasi sepak bola di Sulawesi Tengah ke arah yang lebih baik.
Idrus mengungkapkan, dirinya telah berkomunikasi dengan Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, terkait dinamika pencalonan Ketua PSSI Sulteng. Menurutnya, Anwar Hafid akan menarik diri dari kontestasi kepemimpinan Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Sulawesi Tengah.
Ia menyebut, dukungan terhadap Akbar muncul setelah mencermati berbagai perkembangan internal organisasi, termasuk pergantian sejumlah pengurus Askab di kabupaten serta polemik yang mencuat mengenai dugaan permintaan dana sebesar Rp1 miliar kepada calon.
Idrus juga mengingatkan adanya sejumlah perubahan dalam struktur kepengurusan PSSI Sulteng. Ia mencontohkan pergantian posisi Sekretaris Umum yang sebelumnya dijabat Hary Sumampouw, kemudian digantikan Jely Rompas, sebelum akhirnya dijabat Samsul Rizal Labatjo.
Menurut Idrus, berbagai dinamika tersebut membuat situasi internal organisasi semakin kompleks. Bahkan, ia menyinggung mundurnya Rusdy Mastura dari rencana pencalonan Ketua PSSI Sulteng.
"Awalnya kami mendukung Pak Cudi untuk maju. Namun, seiring perkembangan yang terjadi, muncul sejumlah perubahan dan dinamika di internal organisasi. Situasi ini perlu menjadi perhatian bersama," ungkapnya.
Dengan perkembangan tersebut, Idrus menyatakan dukungan kepada Akbar Supratman sebagai figur yang diharapkan mampu membawa pembenahan dan menciptakan tata kelola organisasi sepak bola yang lebih baik.
Dukungan itu, lanjutnya, juga datang dari klub sepak bola Celebes FC Palu yang disebutnya turut memberikan dukungan terhadap pencalonan Akbar.
Di sisi lain, Idrus menilai keputusan Anwar Hafid untuk menarik diri dari bursa pencalonan merupakan langkah yang patut dihargai. Ia berharap keputusan tersebut dapat menjadi momentum untuk meredakan polemik dan membuka ruang bagi proses kepemimpinan PSSI Sulteng yang lebih kondusif.
Idrus berharap, ke depan seluruh pihak yang terlibat dapat mengedepankan kepentingan sepak bola daerah dibandingkan kepentingan kelompok maupun individu.
"Harapan kami, siapa pun yang nantinya memimpin PSSI Sulteng bisa membangun organisasi secara profesional, menjaga kebersamaan, dan memajukan prestasi sepak bola Sulawesi Tengah," tutupnya.(*)
Pewarta : Ibrahim Aji












