Krisis Sosial Menguat! Ketua DPN, Andri Gultom Ingatkan Bahaya Narkoba dan Pengangguran

TOKOH MUDA SULAWESI TENGAH sekaligus Ketua Dewan Pertukangan Nasional (DPN) Sulteng, Andri Gultom/F-IST 


SAMBAR.ID, Palu, Sulteng - Tokoh muda Sulawesi Tengah sekaligus Ketua Dewan Pertukangan Nasional (DPN) Sulteng, Andri Gultom, mengingatkan bahwa meningkatnya keresahan sosial di tengah masyarakat harus menjadi perhatian serius seluruh pemangku kepentingan. 


Fenomena perkelahian, penganiayaan, konflik sosial hingga perampokan yang belakangan menjadi perhatian publik dinilai tidak cukup diselesaikan hanya melalui pendekatan penegakan hukum.


Menurut Andri, kondisi tersebut perlu dibaca lebih luas melalui perspektif sosiologi dan politik. Ia menyinggung Relative Deprivation Theory atau Teori Deprivasi Relatif, yang menjelaskan bagaimana kesenjangan antara harapan hidup dan kenyataan yang dihadapi dapat memunculkan frustrasi serta ketegangan sosial.


"Ketika masyarakat menghadapi kemiskinan, pengangguran, beban ekonomi yang semakin berat, sementara lapangan pekerjaan semakin sulit diperoleh, maka tekanan sosial akan semakin terasa. Ini harus menjadi alarm bagi pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan," kata Andri kepada awak media, Sabtu (31/10/2026). 


Ia juga menyoroti persoalan peredaran narkoba yang dinilai semakin mengancam masa depan generasi muda. Karena itu, Andri menyatakan dukungannya terhadap langkah Polri dalam melakukan pemberantasan narkoba.


Menurutnya, penegakan hukum terhadap jaringan peredaran narkoba harus terus diperkuat. Namun, upaya tersebut perlu dibarengi dengan kebijakan sosial dan ekonomi agar generasi muda memiliki pilihan hidup yang lebih produktif.


"Langkah Polri dalam memberantas narkoba sudah sangat penting dan harus kita dukung. Tetapi perang melawan narkoba tidak boleh berhenti pada penindakan. Kita juga harus melawan kemiskinan, pengangguran, dan kondisi sosial yang membuat generasi muda kehilangan harapan," tegasnya.


Sebagai Ketua DPN Sulteng, Andri menilai perlu ada langkah konkret dan terukur dari pemerintah daerah untuk memperluas kesempatan kerja, terutama bagi masyarakat kecil, pekerja informal, buruh, tukang, dan generasi muda.


Ia mendorong pemerintah daerah agar mulai menyiapkan program pembukaan lapangan kerja, memperluas bantuan sosial bagi masyarakat rentan, mengembangkan pendidikan karakter melalui pesantren kilat, serta memperbanyak pelatihan keterampilan (skill training) yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.


Andri juga menekankan pentingnya menciptakan ruang-ruang ekonomi baru, termasuk memperluas sektor pekerjaan informal yang dapat menjadi sumber penghidupan masyarakat.




"Anak-anak muda jangan hanya diberikan imbauan agar menjauhi narkoba. Mereka juga harus diberikan kesempatan untuk bekerja, belajar keterampilan, berusaha, dan membangun masa depan. Pemerintah harus menyiapkan ruang-ruang ekonomi agar energi generasi muda tersalurkan pada kegiatan yang produktif," ungkapnya.


Lebih jauh, ia meminta agar aparat penegak hukum (APH), kepala daerah, dan seluruh instrumen politik pemerintahan duduk bersama untuk merumuskan langkah penanganan yang lebih terintegrasi.


Menurutnya, persoalan keamanan, narkoba, kemiskinan, dan pengangguran memiliki dimensi yang saling berkaitan sehingga membutuhkan pendekatan komprehensif. Penegakan hukum harus berjalan, sementara kebijakan sosial dan ekonomi juga harus hadir secara nyata.


"Polri tidak bisa dibebani sendirian untuk menyelesaikan seluruh persoalan sosial. Kepala daerah dan instrumen pemerintahan juga harus mengambil peran. APH memperkuat penegakan hukum, sementara pemerintah daerah memastikan rakyat memiliki akses pekerjaan, perlindungan sosial, pendidikan, dan kesempatan ekonomi," jelasnya.


Andri menegaskan bahwa keamanan dan kesejahteraan masyarakat harus ditempatkan sebagai agenda yang berjalan beriringan. Menurutnya, negara tidak hanya dituntut hadir ketika kejahatan terjadi, tetapi juga harus hadir mencegah lahirnya persoalan sosial melalui kebijakan yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.


"Kita ingin masyarakat aman, generasi muda terselamatkan, dan rakyat punya pekerjaan. Sebab, menjaga keamanan bukan hanya tentang menindak pelaku kejahatan, tetapi juga membangun kehidupan yang membuat masyarakat memiliki harapan untuk masa depan," tutupnya.**/Red

Lebih baru Lebih lama