MAKASSAR SAMBAR ID — Polda Sulawesi Selatan menangani bentrokan antarkelompok yang melibatkan pemuda dari wilayah Rajawali dan Abubakar Lambogo (Ablam) di Kota Makassar. Sejumlah pemuda diamankan ke Mapolda Sulsel, disertai penyitaan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan bentrokan.
Berdasarkan hasil liputan di Mapolda Sulsel, barang yang diperlihatkan dalam penanganan tersebut antara lain busur, anak panah atau patte, ketapel, dan senjata tajam jenis samurai.
Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Pol. Dr. M. Awal Chairuddin, S.I.K., M.H., menemui para pemuda yang diamankan untuk menggali penyebab perselisihan sekaligus mendorong penghentian konflik.
Dalam dialog tersebut, beberapa pemicu yang dibahas meliputi saling ejek, suara kendaraan bermotor yang digeber, hingga lemparan petasan. Kapolda mengingatkan para pemuda agar tidak terlibat dalam aksi kekerasan yang dapat membahayakan diri sendiri maupun masyarakat.
Pembinaan di SPN Batua
Selain penanganan kepolisian, Kapolda menyampaikan rencana pembinaan melalui program Diklat Sadar Diri di Sekolah Polisi Negara (SPN) Batua selama satu minggu.
Pembinaan itu diarahkan untuk membentuk kedisiplinan, memperkuat karakter, dan mendorong para peserta menjadi bagian dari upaya pencegahan konflik di lingkungan masing-masing.
Kapolda juga meminta jajarannya memperhatikan penanganan peserta perempuan, melakukan pemeriksaan terkait dugaan penggunaan narkoba dan konsumsi minuman keras, serta membuka peluang bantuan akses pekerjaan bagi pemuda.
Penindakan dan Pencegahan Berjalan Bersama
Langkah penindakan dan pembinaan tersebut menunjukkan dua pendekatan yang disampaikan kepolisian dalam menangani konflik antarkelompok. Penindakan diperlukan untuk menindaklanjuti dugaan pelanggaran hukum, sedangkan pembinaan diarahkan untuk mencegah kejadian serupa terulang.
Meski demikian, program pembinaan perlu dibedakan dari proses hukum terhadap setiap orang yang diamankan. Status hukum masing-masing pemuda tetap mengacu pada hasil pemeriksaan dan penanganan perkara oleh kepolisian.
Keberhasilan upaya pencegahan juga perlu dilihat dari tindak lanjut setelah pembinaan, termasuk keterlibatan keluarga, tokoh masyarakat, dan lingkungan setempat dalam menjaga keamanan.
Informasi mengenai jumlah pasti pemuda yang diamankan, hasil pemeriksaan, serta pelaksanaan program pembinaan menjadi bagian penting untuk melengkapi laporan penanganan kasus ini.
Liputan :Diah sambar id
Mako Polda Sulses










