Tanpa jurang penyekat, calon Kades Petahana nomor urut 1 H. Carnaka ngobrol bareng bersama warga. (Poto : Asep Ocay)
Sambar.id, Subang, Jabar - Pemilihan Kepala Desa serentak 2026 di Kabupaten Subang tinggal menghitung minggu.
Dukungan warga terhadap H. Carnaka, calon petahana Kepala Desa Cigugur, Kecamatan Pusakajaya, Kabupaten Subang nomor urut 1 mengalir kuat dari berbagai dusun, termasuk aspirasi masyarakat yang menginginkan kepimpinannya berlanjut demi melayani warga dengan baik.
Lebih hebat lagi dukungan datang dari masyarakat bawah masing masing Dusun, mereka siap mendukung dan memenangkan kembali H. Carnaka untuk melanjutkan pemerintahan yang ke dua kalinya.
Darmun (72) salah satu warga Dusun Karajan 3 sangat optimis Kades Petahana akan mendapat simpati masyarakat dan akan memenangkan kompetisi pilkades yang akan digelar pada tanggal 6 Desember 2026 nanti.
"Pak H. Carnaka merupakan sosok pemimpin yang ramah, rendah hati dan peduli terhadap masyarakat, khusunya masyarakat kecil, ini merupakan pigur pemimpin yang diinginkan oleh masyarakat Cigugur," tutur Darmun, kepada Sambar.id, Rabu (21/10/2026).
Dirinya juga berharap dalam pesta demokrasi yang akan digelar pada 6 Desember nanti bisa berjalan aman, damai dan tidak ada gesekan antar pendukung, ini merupakan pesta rakyat untuk memilih calon pemimpin Cigugur kedepan, tentukan pilihan yang benar benar peduli terhadap masyarakat,” ungkapnya.
Calon Kades Petahana nomor urut 1, H. Carnaka sangat berterimakasih atas dukungan masyarakat Dusun Karajan 3, unumnya masyarakat Desa Cigugur. Dukungan tersebut dijadikan motivasi dirinya untuk berjuang melanjutkan program yang belum terealisasi.
"Alhamdulillah saya sangat berterimakasih sekali kepada semua warga masyarakat yang telah mendukung dan memberikan dorongan serta motivasi kepada saya untuk maju kembali dalam pemilihan Kepala Desa Cigugur.
"Insyaallah apabila saya kembali dipercaya oleh masyarakat, saya akan terus berjuang membangun Desa Cigugur yang lebih baik dan terus berupaya untuk mensejahtrakan masyarakat," tutur H. Carnaka. (*)












