Demo Kompensasi Tambang di Cigudeg Ricuh, Jalan Nasional Bogor-Jasinga Lumpuh Total

SAMBAR.ID, JABAR |

Bogor - Ribuan warga dari tiga kecamatan di Kabupaten Bogor menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Kecamatan Cigudeg pada Senin (12/1/2026). Aksi yang menuntut kompensasi dampak penutupan tambang tersebut berakhir ricuh hingga menyebabkan arus lalu lintas di Jalan Nasional Bogor-Jasinga lumpuh total.


1.Massa Tuntut Kepastian Ekonomi


Ribuan massa yang berasal dari Kecamatan Cigudeg, Rumpin, dan Parung Panjang memadati area kantor kecamatan sejak pagi hari. Meskipun hujan deras mengguyur wilayah tersebut, para pendemo tetap bertahan untuk menyuarakan aspirasi mereka kepada Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bogor dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.


Massa mendesak pemerintah memberikan kepastian terkait solusi ekonomi bagi masyarakat yang terdampak langsung oleh penutupan galian tambang di wilayah mereka.


2.Kronologi Kericuhan

Situasi mulai memanas saat perwakilan massa, Ahmad Gojali (Bule) dan Asep Fadlan, memberikan kesempatan kepada Camat Cigudeg, Ade Zulfahmi, untuk memberikan tanggapan. Namun, jawaban Camat dinilai tidak memuaskan massa aksi.


"Saya bukan pergerakan," ujar Ade Zulfahmi di hadapan massa. Pernyataan tersebut lantas memicu kekecewaan pendemo hingga berujung pada tindakan anarkis. Massa mulai melempari kantor kecamatan dan membakar ban bekas di tengah jalan utama.


3.Akses Jalan Diblokir Tronton

Kericuhan melebar hingga ke jalan nasional. Untuk mempertegas tuntutannya, massa melakukan blokade jalan menggunakan mobil tronton sebagai portal. Akibatnya, akses jalan raya yang menghubungkan Bogor dan Jasinga mengalami macet total.


"Kami menuntut Gubernur Jawa Barat, Bupati Bogor, dan Ketua DPRD untuk segera mendengarkan aspirasi kami. Kami butuh solusi nyata atas hilangnya pendapatan ekonomi kami," tegas Ahmad Gojali dalam orasinya.


4 Menanti Jawaban Pemerintah


Hingga berita ini diturunkan, massa masih bertahan di lokasi untuk menunggu jawaban resmi dari Pemerintah Kabupaten Bogor maupun Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Aparat keamanan terus berjaga di sekitar lokasi guna mencegah kerusuhan yang lebih luas, sementara arus lalu lintas masih dialihkan ke jalur alternatif.


Reporter: Ujang Samsudin

Editor: A.Rifai

(SBR-ID/AR/Red)

Lebih baru Lebih lama