Khidmat! Puluhan Jamaah Hadiri Haul ke-6 KH. Ahmad Zaelani di Bekasi

Sesi Foto Bersama usai acara haul, oleh Ahmad Rifai/Sambar.id, Sabtu (17/01/2026)

SAMBAR.ID,
JABAR |

Kabupaten Bekasi - Keluarga besar Yayasan Subulussalam menggelar peringatan Haul ke-6 Almagfurlah KH Ahmad Zaelani MS di Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi, Sabtu (17/1/2026). Meskipun hujan mengguyur lokasi, puluhan jamaah tetap memadati acara dengan penuh khidmat.


Acara yang berpusat di Majlis Dzikir Subulussalam Assyadziliyah, Kampung Selang Cau, Kelurahan Wanasari ini menjadi momentum penguatan silaturahmi sekaligus mengenang jasa almarhum. Rangkaian kegiatan dipandu oleh Achmad Syahroni, S.Pd.I, yang membuka acara dengan pembacaan Ummul Kitab.


"Mari kita mulai acara hari ini dengan Surah Al-Fatihah. Semoga menjadi asbab kita sampai ke hadirat Allah SWT dan mendapatkan rida-Nya," ujar Syahroni di lokasi, Sabtu (17/1/2026).

Sinergi dan Permohonan Maaf di Tengah Hujan


Ketua Pengurus Yayasan Subulussalam, H. Karnadi, S.Sos., memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh pihak yang membantu kesuksesan acara. Ia menyebut kehadiran jamaah dari wilayah Cikarang dan sekitarnya sebagai bentuk kekompakan yang luar biasa.


"Acara ini dapat terlaksana berkat kerja sama seluruh pihak, baik kaum muda, para sesepuh, bapak-bapak, maupun ibu-ibu," kata Karnadi dalam sambutannya.


Karnadi juga menyampaikan permohonan maaf secara terbuka terkait kondisi cuaca. Hujan yang mengguyur sempat membuat area kegiatan sedikit kurang nyaman bagi para undangan.


"Kami memohon maaf yang sebesar-besarnya apabila lokasi dan kondisi musim hujan ini membuat kehadiran Bapak dan Ibu kurang nyaman," tuturnya.


Pesan Menyentuh dari Sang Putra Sulung


Putra pertama almarhum, Husni Mubarok, mewakili keluarga besar menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan moril maupun materiel dari para jamaah. Ia secara khusus menitipkan pesan agar keluarga besar Thariqah Syadziliyah wa Naqsyabandiyah tetap istiqomah.


"Kami memohon kepada Allah SWT agar kita diberikan keistiqomahan dalam menjalankan prinsip-prinsip para guru dan orang tua," ucap Husni.


Di akhir sambutan, ia juga memohon doa kepada para kiai untuk putra-putri Almagfurlah KH Ahmad Zaelani yang saat ini masih menimba ilmu agar dapat melanjutkan perjuangan sang ayah.


Tausiyah KH Agus Salim: Pentingnya Ikhlas dan Bimbingan Guru

Puncak acara diisi dengan Mauidzah Hasanah oleh KH Agus Salim. Dalam ceramahnya, ia menekankan pentingnya menghapus ego dalam beribadah. Ia mengibaratkan Allah sebagai 'Komandan' dalam setiap aktivitas keseharian.


"Ikhlas yang paling tinggi adalah saat seseorang tidak lagi merasa bahwa dirinya sedang berbuat ikhlas," jelas KH Agus Salim di hadapan jamaah.


Ia juga mengingatkan pentingnya bimbingan seorang guru (mursyid) agar seorang murid tidak tersesat dalam godaan iblis, terutama di akhir hayat. Selain itu, ia berpesan agar para murid menjaga persatuan dan tidak terpecah-belah setelah guru tiada.


"Di hadapan Allah dan guru, semua jamaah adalah sama-sama murid. Tidak boleh ada yang merasa lebih tinggi atau sewenang-wenang," tegasnya.


Acara kemudian ditutup dengan doa bersama. Melalui peringatan ini, nilai-nilai perjuangan KH Ahmad Zaelani diharapkan terus lestari dan menjadi sumber keberkahan bagi masyarakat Bekasi.


_____________________________________________


Daftar Susunan Acara Haul ke-6 KH Ahmad Zaelani MS:


1.Pembukaan: Pembacaan Surah Al-Fatihah.


2.Dzikir: Pembacaan doa dan tahlil bersama.


3.Selawat Barjanzi: Penampilan tim Hadroh pimpinan Ustadz Ade Sam'ani.


4.Sambutan: Perwakilan keluarga (Husni Mubarok) dan Ketua Yayasan (H. Karnadi).


5.Tilawah: Pembacaan ayat suci Al-Qur'an.


6.Inti Acara: Mauidzah Hasanah oleh KH Agus Salim.


7.Penutup: Doa bersama.


Penulis: A.Rifai

(SBR-ID/AR/Red)

Lebih baru Lebih lama