SAMBAR.ID, Banggai, Sulteng - Tim Rescue Pos SAR Luwuk resmi memulai operasi pencarian terhadap seorang kakek bernama Sail (90) yang dilaporkan hilang di area perkebunan Desa Pisou, Kecamatan Pagimana, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah. Korban diduga tersesat saat sedang berkebun bersama anaknya pada Selasa (30/12/2025).
Berdasarkan laporan yang diterima dari pihak keluarga, peristiwa bermula ketika korban berangkat ke kebun cokelat sekitar pukul 06.30 WITA. Lokasi perkebunan tersebut berjarak sekitar 4 kilometer dari permukiman warga.
Setibanya di lokasi, korban dan anaknya sempat terpisah karena sang anak mulai memetik cokelat di titik berbeda.
"Sekitar pukul 11.00 WITA, sang anak mengecek ke pondok tempat istirahat, namun korban sudah tidak ada di lokasi," ungkap Irsan, perwakilan keluarga korban, Kamis, (01/01/2026).
Diketahui, korban memiliki riwayat penyakit pikun (demensia), yang memperkuat dugaan bahwa ia kehilangan arah di dalam area perkebunan.
Upaya pencarian mandiri telah dilakukan oleh pihak keluarga bersama masyarakat setempat sejak Selasa siang, namun hingga berita ini diturunkan, hasilnya masih nihil.
Pelaksanaan Operasi SAR
Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu melalui Pos SAR Luwuk telah memberangkatkan tim penyelamat menuju lokasi kejadian yang berada pada koordinat 0^{\circ}49'40.07"S - 122^{\circ}38'11.80"E.
Tim menempuh perjalanan darat selama kurang lebih 2 jam menggunakan Rescue Car. Operasi pencarian ini melibatkan berbagai unsur gabungan, di antaranya:
Tim Rescue Pos SAR Luwuk
Babinsa dan Bhabinkamtibmas
Pemerintah Desa Pisou
Masyarakat dan nelayan setempat
Alat dan Kondisi Lapangan
Untuk memaksimalkan pencarian di medan perkebunan, tim dilengkapi dengan peralatan navigasi, perlengkapan jungle rescue, alat komunikasi, serta peralatan medis dan evakuasi.
Cuaca di lokasi dilaporkan cerah berawan dengan kecepatan angin rendah sekitar 3 km/jam dari arah barat laut, yang diharapkan dapat mendukung kelancaran proses pencarian.
Kepala Basarnas Palu, Muh. Rizal mengimbau masyarakat yang memiliki informasi terkait keberadaan korban untuk segera melapor melalui nomor darurat 115 atau menghubungi Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu.***









