Sambar.id Karimun || Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Dr. Agus Hadi Waluyo, S.A.P., M.M., CHRMP, mendampingi Menteri Pertanian Republik Indonesia Dr. Ir. Andi Amran Sulaiman, MP, dalam kunjungan kerja ke Kabupaten Karimun, Senin (19/1/2026) pagi.
Menteri Pertanian tiba di Bandara Raja Haji Abdullah (RHA) Karimun sekitar pukul 07.40 WIB dan langsung meninjau barang bukti 1.000 ton beras selundupan hasil sitaan Kanwil Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Khusus Kepulauan Riau.
Dalam keterangannya kepada media, Mentan Amran menyatakan kemarahan dan keprihatinan atas praktik penyelundupan beras yang dinilainya sebagai tindakan mafia pangan dan pengkhianatan terhadap bangsa.
"Menurutnya, aksi tersebut merugikan sekitar 115 juta petani padi di Indonesia dan mengganggu upaya swasembada beras nasional, padahal Indonesia saat ini dalam kondisi surplus".
Menteri Pertanian menegaskan para pelaku penyelundupan akan diproses secara hukum dan diusut tuntas. Ia juga meminta aparat penegak hukum bertindak tegas serta memerintahkan agar barang bukti beras selundupan tersebut segera dimusnahkan demi mencegah risiko penyakit pada pangan.
Dalam rangka pengamanan dan penegakan hukum, Mentan secara khusus meminta dukungan dan backup TNI untuk memperkuat pengawasan distribusi pangan dan memberantas praktik penyelundupan, terutama di wilayah perbatasan seperti Kepulauan Riau.
Pangdam XIX/Tuanku Tambusai menegaskan kesiapan,"TNI AD untuk mendukung penuh langkah pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan nasional dan menindak tegas setiap bentuk kejahatan yang merugikan negara dan petani".
Kunjungan ini turut dihadiri pejabat terkait dari Bea dan Cukai, Bulog, pemerintah daerah, serta unsur Forkopimda.(*Red)








