Sambar.id, Manado, Sulawesi Utara — Pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof. Dr. R. D. Kandou Manado menuai sorotan tajam dari masyarakat.
Antrean panjang pasien di loket pendaftaran rawat jalan dan rujukan viral di media sosial dan memicu gelombang kritik dari warganet.
Dalam sejumlah foto dan video yang beredar, terlihat ratusan pasien memadati area pendaftaran sejak pagi hari. Kondisi tersebut bahkan dianalogikan seperti antrean konser musik, bukan fasilitas layanan kesehatan.
Antrean terpantau terjadi sejak pukul 07.00 hingga 11.00 WITA, namun hingga siang hari banyak pasien belum juga mendapatkan pelayanan.
Sejumlah masyarakat menyampaikan keluhan mereka melalui kolom komentar media sosial. Beberapa pasien mengaku harus mengantre berjam-jam dalam kondisi sakit, termasuk lansia dan anak-anak, tanpa kepastian waktu pelayanan. Situasi ini dinilai sangat tidak efisien dan berpotensi membahayakan keselamatan pasien.
“Kasihan pasien, mereka datang untuk berobat, bukan untuk berdiri dan duduk berjam-jam seperti menonton konser. Kalau sampai terjadi hal fatal, siapa yang bertanggung jawab?” tulis salah satu warganet.
Kondisi tersebut memicu desakan kepada Kementerian Kesehatan Republik Indonesia agar segera turun tangan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pelayanan di RSUP Kandow Manado.
Bahkan, sebagian masyarakat secara terbuka meminta agar Direktur RSUP Kandow Manado dicopot dari jabatannya, karena dianggap gagal mengelola pelayanan publik secara optimal.
Masyarakat menilai pengaturan pelayanan pasien di loket pendaftaran harus segera dibenahi, mulai dari sistem antrean, manajemen waktu, hingga penambahan petugas, agar tidak terus menyusahkan pasien yang membutuhkan layanan medis. Rumah sakit sebagai fasilitas publik diharapkan mengedepankan keselamatan, kenyamanan, dan kemanusiaan dalam pelayanan kesehatan.
Jika permasalahan ini terus dibiarkan tanpa pembenahan serius, masyarakat khawatir akan muncul korban akibat keterlambatan pelayanan medis, terutama bagi pasien dengan kondisi darurat atau penyakit kronis.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak manajemen RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado belum memberikan keterangan resmi terkait antrean panjang pasien di loket pendaftaran maupun tuntutan masyarakat untuk dilakukan evaluasi terhadap pimpinan rumah sakit. Upaya konfirmasi kepada pihak rumah sakit dan instansi terkait masih terus dilakukan.
Masyarakat berharap Kementerian Kesehatan Republik Indonesia segera mengambil langkah tegas agar pelayanan kesehatan di RSUP Kandow Manado dapat berjalan lebih tertib, manusiawi, dan sesuai standar pelayanan publik. (AM)








