Sambar.id, Bulukumba, Sulsel — Pemerintah Kabupaten Bulukumba kembali mencatat langkah strategis di level global. Sebanyak 11 inovasi pelayanan publik resmi didaftarkan pada ajang The 7th Guangzhou International Award for Urban Innovation 2026, salah satu kompetisi inovasi perkotaan paling bergengsi di dunia. Sabtu 28 Februari 2026.
Baca Juga: Wilson Lalengke Berikan Pandangan tentang Hubungan Indonesia–Rusia dalam Wawancara Televisi Rusia
Ajang yang digelar di Guangzhou ini diselenggarakan bersama oleh pemerintah kota setempat, organisasi kota dunia United Cities and Local Governments dan Metropolis.
Keikutsertaan Bulukumba menjadi momentum penting untuk menunjukkan bahwa inovasi dari daerah juga mampu bersaing di panggung internasional.
Baca Juga: Irigasi Sangkala Terbengkalai, Kades Tambangan Minta Pemda Bulukumba Taat Instruksi Presiden soal Ketahanan Pangan
Dalam struktur inovasi daerah, Bupati Bulukumba, Andi Muchtar Ali Yusuf, bertindak sebagai Pengarah Inovasi.
Ia menegaskan bahwa inovasi bukan semata mengejar penghargaan, melainkan upaya nyata mempercepat layanan publik yang lebih cepat, murah, dan transparan.
Baca Juga: Lahan Dikuasai Puluhan Tahun, Sertifikat Tiba-Tiba Muncul Atas Nama Orang Lain, Diduga BPN Ketapang Pelihara Mafia Tanah?
Sementara itu, Sekretaris Daerah Bulukumba, Muh. Ali Saleng, ditunjuk sebagai penanggung jawab utama. Koordinasi teknis lintas OPD dipimpin oleh Kepala Bapenda sebagai koordinator lapangan guna memastikan setiap inovasi berbasis data dan berdampak langsung ke masyarakat.
11 Inovasi Unggulan yang Didaftarkan berikut daftar inovasi yang diajukan:
- POLWAN (Poli Pelayanan Malam Hari) – Kecamatan Herlang - Layanan administrasi malam hari untuk petani dan nelayan.
- EMMA17 (E-Magazine SMPN 17) – SMPN 17 Bulukumba - Platform literasi digital berbasis majalah elektronik siswa.
- INFO PAKDE – Dinas Kominfo - Sistem integrasi informasi publik dan pengaduan desa.
- PASAR NONA – Dinas Perdagangan - Revitalisasi pasar tradisional lebih higienis dan transparan.
- MAPATO – Bapenda - Digitalisasi manajemen pajak daerah.
- Bulukumba VR Tourism – Dinas Pariwisata - Promosi wisata berbasis teknologi virtual reality. SIPAKATAU – Dinas Sosial - Integrasi data bantuan sosial berbasis sistem terpadu.
- iCafe (Innovation Cafe) – Bapperida - Ruang kolaborasi inovasi bagi ASN dan masyarakat.
- GERAK PENTASKU – Dinas Perkimtan - Perbaikan sanitasi kawasan padat penduduk.
- NAGA RUNTING – Dinas Perikanan - Program perlindungan keluarga nelayan terintegrasi.
- The GEMOIH Initiative - Inisiatif pembangunan berkelanjutan berbasis ketahanan sosial dan lingkungan.
Sekda Bulukumba menjelaskan bahwa seleksi ajang ini sangat kompetitif. Penilaian meliputi aspek kebaruan inovasi, efektivitas, kemudahan replikasi, serta keberlanjutan dampak.
Baca Juga: Diduga Oknum Polri Perjualbelikan 175 Kios Milik BUMDes Tambangan, Kajang Bulukumba
“Bukan hanya menampilkan hasil, tapi juga proses. Bagaimana inovasi mampu menekan ketimpangan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” ujarnya.
Dampak Strategis
Partisipasi ini dinilai memberi manfaat strategis, antara lain:
- Pengakuan internasional bagi daerah
- Akses jejaring kerja sama global
- Peluang pendanaan inovasi
- Peningkatan kapasitas tata kelola pemerintahan cerdas
Dengan dukungan lintas OPD, Pemkab Bulukumba optimistis mampu menembus tahap finalis dan membawa nama Indonesia di panggung inovasi dunia.
laporan.Afs/Asm




.jpg)





