Irigasi Sangkala Terbengkalai, Kades Tambangan Minta Pemda Bulukumba Taat Instruksi Presiden soal Ketahanan Pangan

 H. Andi Abu Thalik (doc.foto)

Sambar.id, Bulukumba, Sulsel
— Kepala Desa Tambangan, Kecamatan Kajang, Kabupaten Bulukumba, H. Andi Abu Thalik, mendesak pemerintah daerah agar serius menangani kerusakan Irigasi Sangkala, irigasi besar peninggalan era kolonial Belanda yang selama puluhan tahun menjadi penopang utama produksi pangan masyarakat Kajang. Sabtu (24/01)


Irigasi Sangkala diketahui mampu mengairi sekitar 2.000 hektare lahan persawahan. Namun akibat minimnya perawatan dan rehabilitasi, fungsi irigasi tersebut kini nyaris lumpuh. 

Baca Juga: Haur Kuning Terluka, Jaksa Agung Beri Peringatan!, Oknum Penyidik Kejari Sumedang Tetap "Brutal"? 

Sawah-sawah yang sebelumnya berstatus irigasi teknis berubah menjadi tadah hujan, sehingga produktivitas menurun drastis dan petani kehilangan kepastian musim tanam.


Menurut H. Andi Abu Thalik, kondisi ini bukan sekadar persoalan infrastruktur desa, melainkan ancaman serius terhadap ketahanan pangan daerah, bahkan nasional.

Baca Juga: Kejaksaan Luncurkan " Jaksa Mandiri Pangan" Optimalisasi Aset Untuk Ketahanan Pangan Nasional

“Presiden Prabowo sudah menegaskan bahwa pangan adalah prioritas utama negara. Menteri Pertanian juga terus mendorong swasembada pangan. Tapi bagaimana itu bisa tercapai kalau irigasi utama dibiarkan rusak?” tegas Thalik di ketahui mantan Anggota DPRD Bulukumba


Ia menilai pembiaran terhadap Irigasi Sangkala bertentangan langsung dengan instruksi Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan sektor pangan sebagai fondasi kedaulatan nasional, serta arahan Menteri Pertanian yang menekankan optimalisasi lahan dan penguatan infrastruktur pertanian.

Baca Juga: Kawal Asta Cita, Presiden Prabowo Anugerahkan Tanda Kehormatan Kepada Kejaksaan di Panen Raya Kerawang

H. Andi Abu Thalik meminta Pemerintah Kabupaten (Pemda) Bulukumba, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, hingga pemerintah pusat untuk segera melakukan rehabilitasi dan normalisasi Irigasi Sangkala secara menyeluruh dan berkelanjutan.


“Ini bukan sekadar saluran air. Ini urat nadi kehidupan petani Kajang. Kalau irigasi hidup, sawah hidup. Kalau sawah hidup, rakyat sejahtera,” ujarnya.


Ia juga mengingatkan agar program ketahanan pangan tidak berhenti pada tataran wacana dan slogan politik semata, sementara di lapangan petani justru berjuang menghadapi sawah yang mengering.

Baca Juga: Kejaksaan Tinggi Kepri Tanam Jagung di Rempang Cate, Dukung Ketahanan Pangan Nasional

“Jangan sampai pemerintah bicara swasembada pangan, tapi membiarkan lumbung pangan rakyat perlahan mati,” tutupnya.


Ia berharap pemerintah tidak lagi menunda langkah konkret, mengingat sektor pertanian merupakan fondasi utama ketahanan ekonomi rakyat dan kedaulatan pangan bangsa. 

Baca juga: VOC Ganti Kostum Desa Jadi Kurir? APDESI Soroti SKB Lima Menteri Soal Koperasi Merah Putih!

Rehabilitasi Irigasi Sangkala dinilai mendesak agar petani kembali memiliki kepastian tanam dan hasil produksi yang layak.


Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Kabupaten Bulukumba maupun instansi teknis terkait mengenai rencana perbaikan dan penganggaran rehabilitasi Irigasi Sangkala.


Laporan: As / Sambar.id

Lebih baru Lebih lama