Janji Kampanye BIJAK Dipertanyakan! Trotoar Bagan Batu Berubah Jadi TPS Liar, AWI Rohil Desak Pemkab Bertindak

Sampah Menumpuk, Bau Menyengat, Warga Resah — “Mana Rokan Hilir Bersih? Jangan Cuma Omon-Omon!”



ROkAN HILIR | Sambar.id

BAGAN BATU — Janji mewujudkan Kabupaten Rokan Hilir yang bersih, asri, dan bermartabat kini kembali menjadi sorotan. Tumpukan sampah yang berserakan di trotoar pusat Kota Bagan Batu, Kecamatan Bagan Sinembah, Kabupaten Rokan Hilir, memunculkan pertanyaan serius mengenai efektivitas pengelolaan kebersihan lingkungan dan keseriusan pemerintah daerah dalam menindaklanjuti persoalan sampah.


Berdasarkan informasi dan dokumentasi yang disampaikan kepada redaksi, sampah plastik, sisa makanan, serta limbah rumah tangga terlihat menumpuk di atas trotoar pada Senin (19/10/2026) sekitar pukul 20.10 WIB. Tumpukan tersebut menimbulkan bau tidak sedap dan mengganggu kenyamanan masyarakat yang melintas.


Trotoar yang semestinya berfungsi sebagai fasilitas bagi pejalan kaki justru diduga dimanfaatkan sebagai tempat pembuangan sampah liar. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan tentang pengawasan, pengangkutan sampah, serta penegakan aturan kebersihan di wilayah perkotaan Bagan Batu.


Ironisnya, persoalan tersebut kembali mengusik janji politik pasangan Bistamam–Jhony Charles (BIJAK) pada Pilkada Rokan Hilir. Komitmen mewujudkan Rokan Hilir yang bersih, asri, dan bermartabat patut diuji melalui hasil nyata, bukan sekadar slogan yang terdengar menjanjikan saat kampanye.


Masyarakat berhak mempertanyakan: jika persoalan sampah di ruang publik saja belum tertangani secara optimal, sejauh mana program kebersihan daerah telah dijalankan?


Warga Resah, Trotoar Bukan Tempat Pembuangan Sampah


Sejumlah warga mengeluhkan kondisi trotoar yang dipenuhi sampah dan menimbulkan bau menyengat. Mereka berharap pemerintah daerah segera melakukan penanganan agar fasilitas umum kembali berfungsi sebagaimana mestinya.


“Ini trotoar apa tempat sampah? Setiap hari kami lewat, bau busuk. Mana janji Pak Bupati mau bikin Bagan Batu bersih? Dulu waktu kampanye katanya sampah akan tertangani, armada ditambah, Bagan Batu jadi kota percontohan. Nyatanya sampai sekarang sampah saja di trotoar dibiarkan,” ujar seorang warga Bagan Batu kepada wartawan.


Keluhan tersebut menjadi pengingat bahwa persoalan kebersihan bukan sekadar urusan keindahan kota. Pengelolaan sampah berkaitan erat dengan kenyamanan masyarakat, kualitas lingkungan, serta perlindungan kesehatan publik.


Namun, untuk memastikan penyebab penumpukan sampah, perlu dilakukan penelusuran lebih lanjut mengenai jadwal pengangkutan, ketersediaan tempat pembuangan resmi, dan kemungkinan adanya pelanggaran oleh pihak yang membuang sampah sembarangan.


AWI Rohil: Jangan Tunggu Viral Baru Bergerak!


Ketua DPC Aliansi Wartawan Indonesia (AWI) Rokan Hilir, Mahluddin Ritonga, menyoroti kondisi tersebut dan mendesak pemerintah daerah agar tidak membiarkan persoalan sampah berlarut-larut.


Menurutnya, penumpukan sampah di fasilitas umum tidak boleh dianggap sebagai persoalan sepele. Jika tidak segera ditangani, sampah yang membusuk berpotensi mengundang lalat dan tikus, menimbulkan bau menyengat, serta menciptakan kondisi lingkungan yang tidak sehat.


“Ini bukan lagi sekadar persoalan wajah kota yang kumuh. Ini menyangkut tanggung jawab pemerintah dalam menjaga kebersihan lingkungan dan melindungi kesehatan masyarakat. Kalau trotoar sampai berubah menjadi tempat pembuangan sampah, masyarakat wajar bertanya: ke mana pengawasan pemerintah selama ini?” tegas Mahluddin Ritonga.


Ia menilai, pemerintah daerah perlu menunjukkan langkah konkret, mulai dari pengangkutan sampah secara rutin, penyediaan fasilitas pembuangan yang memadai, hingga penindakan terhadap pelanggaran aturan kebersihan.


AWI Rohil juga meminta pemerintah memberikan penjelasan terbuka mengenai penanganan sampah di Bagan Batu, termasuk langkah yang akan dilakukan agar persoalan serupa tidak terus berulang.


Ancaman Kesehatan Tidak Boleh Diabaikan


Sampah rumah tangga yang menumpuk dan tidak dikelola dengan baik dapat menimbulkan risiko kesehatan lingkungan. Wadah plastik yang menampung air hujan berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk, sementara sampah organik yang membusuk dapat menarik lalat dan hewan pembawa penyakit.


Selain itu, pengelolaan sampah yang buruk dapat meningkatkan risiko pencemaran lingkungan dan memperbesar potensi penyebaran penyakit tertentu, bergantung pada kondisi lokasi, jenis sampah, serta tingkat paparan masyarakat.


Meski demikian, belum ada informasi yang memastikan bahwa tumpukan sampah di trotoar Bagan Batu tersebut telah menyebabkan wabah atau kasus penyakit tertentu. Karena itu, pemeriksaan kondisi lingkungan oleh instansi terkait diperlukan untuk menilai tingkat risiko dan menentukan tindakan yang tepat.


AWI Rohil meminta Dinas Kesehatan berkoordinasi dengan instansi lingkungan hidup apabila ditemukan indikasi ancaman kesehatan yang membutuhkan penanganan segera.


Tujuh Tuntutan AWI Rohil kepada Pemerintah Daerah


Menyikapi persoalan tersebut, AWI Rohil menyampaikan sejumlah tuntutan kepada Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir:


1. Segera bersihkan lokasi.


Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Rokan Hilir diminta segera mengangkut sampah yang menumpuk di trotoar Bagan Batu, melakukan pembersihan menyeluruh, dan memastikan sampah dibawa ke fasilitas pengelolaan yang sesuai.


2. Evaluasi sistem pengangkutan sampah.


Pemerintah daerah perlu mengevaluasi jadwal pengangkutan, ketersediaan armada, penempatan tempat penampungan sementara, serta pengawasan di titik-titik yang rawan menjadi lokasi pembuangan liar.


3. Lakukan pemeriksaan kesehatan lingkungan.


Dinas Kesehatan diminta berkoordinasi dengan instansi terkait untuk menilai potensi resiko kesehatan dan menentukan langkah pencegahan yang diperlukan berdasarkan hasil pemeriksaan lapangan
.

4. Tindak tegas pelanggaran.


Pemerintah daerah diminta meningkatkan pengawasan, memasang kamera pemantau apabila diperlukan, serta menerapkan sanksi terhadap pelaku pembuangan sampah sembarangan sesuai peraturan yang berlaku.


5. Bupati diminta mengevaluasi komitmen kebersihan daerah.


Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir perlu menjelaskan program, target, dan langkah konkret untuk mewujudkan lingkungan yang bersih, termasuk penyelesaian persoalan sampah di Bagan Batu.


6. Buka ruang pengawasan publik.


AWI Rohil meminta pemerintah menyampaikan informasi mengenai penanganan sampah secara transparan dan responsif. Penanganan tidak semestinya baru dilakukan setelah persoalan menjadi sorotan media atau ramai diperbincangkan masyarakat.


7. Dorong pengawasan lintas instansi.


Apabila penanganan di tingkat daerah tidak berjalan sebagaimana mestinya, AWI Rohil mendorong penyampaian laporan kepada instansi berwenang di tingkat provinsi maupun pusat sesuai kewenangan masing-masing, disertai dokumentasi dan bukti pendukung.


Rokan Hilir Bersih Harus Dibuktikan, Bukan Sekadar Dijanjikan


Persoalan sampah di Bagan Batu menjadi ujian bagi pemerintah daerah dalam menerjemahkan komitmen kebersihan menjadi pelayanan publik yang nyata. Apabila keluhan mengenai penumpukan sampah terus berulang, evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengelolaan sampah menjadi kebutuhan mendesak.


Masyarakat tidak cukup disuguhi slogan tentang kota bersih. Mereka membutuhkan trotoar yang layak digunakan, pengangkutan sampah yang teratur, lingkungan yang sehat, serta pemerintah yang tanggap terhadap persoalan di lapangan.


Rokan Hilir Bersih bukan sekadar rangkaian kata dalam janji kampanye. Kebersihan harus terlihat dalam tindakan, dirasakan masyarakat, dan dipertanggungjawabkan melalui hasil kerja.


Kini, publik menunggu jawaban konkret dari Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir, khususnya instansi yang bertanggung jawab atas pengelolaan sampah di wilayah Bagan Batu.


Jangan sampai kritik masyarakat hanya menjadi angin lalu. Sebab, ketika fasilitas umum berubah menjadi tempat pembuangan sampah, yang dipertaruhkan bukan hanya citra kota, melainkan juga kualitas pelayanan publik dan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.



Laporan: Tim Jurnalis (Legiman)

Sumber: AWI Rohil

Lebih baru Lebih lama