SAMBAR.ID | SUKABUMI – Halaman rumah ibu Iing di Sirnagalih, Desa Cikakak, Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi, kembali bergeliat setiap Minggu sore. Puluhan warga tumpah ruah, bukan untuk menonton, melainkan untuk bergerak aktif mengikuti irama musik latin dalam sesi senam Zumba yang telah menjadi rutinitas mingguan mereka.
Kegiatan ini kian menarik perhatian berkat kehadiran dua sosok instruktur kunci: Abian, yang dikenal fenomenal dengan gaya kepemimpinan karismatiknya, dan Miss Laras, pemandu senam yang tak kalah energik dalam membakar semangat peserta.
Di bawah komando Abian di bagian depan, Miss Laras berkeliling di antara barisan peserta, memastikan setiap gerakan dilakukan dengan benar sambil terus memompa motivasi. Sinergi keduanya menciptakan atmosfer yang cair; serius dalam olahraga, namun tetap menyenangkan layaknya sebuah pesta komunitas.
Miss Laras, salah satu pemandu senam Zumba, mengungkapkan bahwa kunci dari keberhasilan kegiatan ini adalah konsistensi dan pendekatan yang ramah. Ia dengan semangat mengajak masyarakat, khususnya ibu-ibu rumah tangga dan kaum muda, untuk tidak malu bergerak.
"Kami ingin membuktikan bahwa olahraga itu tidak harus kaku. Dengan musik yang asik dan teman-teman yang solid, keringat jadi terasa ringan. Saya selalu mengajak masyarakat untuk datang, karena kesehatan adalah investasi termurah dan terpenting," ungkap Miss Laras di sela-sela jeda istirahat, Minggu (18/10/2026).
Antusiasme warga terlihat jelas. Mereka mengikuti kombinasi gerakan kaki, pinggul, dan tangan yang dipimpin Abian dan dipandu detail oleh Miss Laras. Wajah-wajah lelah berganti menjadi senyum lebar saat sesi pendinginan tiba.
"Saya awalnya cuma nonton dari jauh, takut salah gerak. Tapi Mbak Laras dan Mas Abian sangat sabar ngajarin. Sekarang malah jadi hobi baru tiap minggu," cerita ibu Ina, warga setempat yang baru bergabung bulan lalu.
Pemerintah Desa Cikakak, Mukhtar Ajizi, menyambut positif fenomena ini. Menurutnya, keberadaan instruktur seperti Abian dan Miss Laras telah memberikan warna baru bagi aktivitas sosial desa.
"Ini contoh bagus bagaimana tokoh masyarakat bisa menggerakkan warganya untuk hal positif. Sinergi antara instruktur dan antusiasme warga membuat lapangan kita selalu ramai dengan energi positif," ujarnya.
Bagi Abian dan Miss Laras, melihat transformasi warga dari yang pasif menjadi aktif adalah kepuasan tersendiri. Mereka berkomitmen untuk terus menjaga kualitas instruksi dan kehangatan interaksi agar tradisi sehat di Sirnagalih ini terus berlanjut.
Seiring matahari terbenam di ufuk barat Cikakak, para peserta bubar dengan tubuh yang lebih bugar dan hati yang gembira. Bagi warga Sirnagalih, Minggu sore bersama Abian dan Miss Laras bukan sekadar olahraga, melainkan momen kebersamaan yang dinanti-nanti.
(Hans)

















