Sambar.id, Subang - SMAN 1 Pabuaran, Kabupaten Subang, terus berkomitmen menciptakan lingkungan pendidikan yang tertib, nyaman, aman, dan berkarakter sebagai bagian dari upaya membentuk generasi pelajar yang unggul, disiplin, serta siap menghadapi tantangan masa depan.
Salah satu bentuk nyata dari komitmen tersebut diwujudkan melalui penerapan budaya disiplin berseragam dan menjaga kerapihan peserta didik di lingkungan sekolah.
Kepala Sekolah SMAN 1 Pabuaran Hertien Kurniawaty Suheri menyampaikan, kedisiplinan dalam berpakaian bukan sekadar kewajiban administratif atau aturan formal sekolah, melainkan bagian penting dari pendidikan karakter.
"Bagi peserta didik, menjaga kerapihan cara berpakaian dan mematuhi ketentuan sekolah mencerminkan sikap tanggung jawab, penghormatan terhadap lingkungan pendidikan, serta kesiapan dalam membangun kepribadian yang baik," tutur Hertien, kepada PR Subang, Kamis (22/10/2026).
Menurutnya seragam sekolah memiliki makna yang lebih dalam daripada sekadar pakaian identitas. Seragam mencerminkan persatuan, kesetaraan, dan kebanggaan sebagai bagian dari keluarga besar SMAN 1 Pabuaran.
"Jika siswa-siswi yang berseragam berbeda dan dibiarkan saja dikhawatirkan akan ada pengabaian dari siswa terhadap tata tertib sekolah dan nanti diikuti siswa lainnya," ucap Hertien.
Lebih lanjut Hertien menyebut, bagi siswa-siswi yang tidak berseragam sesuai hari-harinya maka siswa tersebut diperkenankan untuk mengganti dulu pakaiannya kerumah masing - masing dan kembali lagi ke sekolah untuk belajar seperti biasa.
"Khusus untuk seragam baju sekolah seperti batik, kaos olahraga, maupun pakaian adat, dalam pengadaanya pihak sekolah menyerahkan semuanya ke orang tua siswa masing-masing " bisa jahit atau beli sendiri di luar, bisa juga pinjam bekas alumni, apabila memang tidak punya pihak sekolah membebaskan pakai seragam sekolah asal selama belum punya seragam," tegasnya. (*)










