Warga Miskin di Cirebon Dipaksa Kaya: Gara-Gara Sistem Desil, Bansos Terancam Hilang


Sambar.id CIREBON || Nasib pilu dialami warga miskin di Kabupaten Cirebon. Mereka yang jelas-jelas hidup susah, rumahnya reot, kerja serabutan, tiba-tiba dianggap KAYA oleh sistem pemerintah pusat.


Penyebabnya adalah sistem baru bernama *DTSEN (Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional) berbasis Desil.*


Dalam sistem ini, warga dibagi jadi 10 kelompok (Desil 1 sampai Desil 10):

- *Desil 1: Miskin Ekstrem* (paling bawah)

- *Desil 2-3: Miskin dan Hampir Miskin*

- *Desil 4: Rentan Miskin*

- *Desil 5: Pas-pasan*

- *Desil 6-10: Dianggap Kaya / Mampu dan TIDAK BOLEH dapat bansos* 627b


Masalahnya, banyak warga miskin di Cirebon yang aslinya Desil 1 atau 2, tiba-tiba naik jadi *Desil 5, 6, bahkan 8.* Otomatis hak mereka untuk dapat PKH, BPNT, dan beras bansos 10kg HILANG.


*Kenapa Bisa Dipaksa Kaya?*


Menurut penelusuran, penyebabnya sepele tapi fatal:

1. Punya motor butut

2. Rumahnya habis dapat bantuan bedah rumah (Rutilahu) jadi kelihatan bagus di foto, dianggap kaya

3. Salah foto rumah oleh petugas pendata

4. Listriknya 900 watt, padahal ngontrak 

Saya tidak mengerti tiba tiba dinytakan Desil 6-10,Ujar Nanang kepada wartwan 28/10/2026.


Padahal aturannya sekarang sangat ketat. Hanya *Desil 1 sampai 4 yang boleh dapat PKH dan BPNT*, Desil 5 cuma dapat PBI BPJS saja. Kalau sudah Desil 6 ke atas, dianggap sudah mampu. 


Seorang warga di Kecamatan Weru,Kab Cirebon mengeluh, "Kula mah miskin beneran, mangan bae susah. Tapi di data jadi Desil 6. Jare sistem kula wong sugih. Padahal saya kerjae jadi tukang parkir rumah numpang. Pusing!",Kata Nanang Rahmat .


Selain Nanang Rahmat hal yang sama pun di ungkapkan Warga Desa Battembat,Kecamatan Tengahtani,Mudakir ,isun bli ngarti Uma Bae Ning karange pemerintah dinyatakan sugih prebenya,Ungkapnya.



*Warga Bisa Protes, Tapi Ribet*


Data desil ini tidak permanen dan bisa diubah. Warga bisa cek sendiri di *cekbansos.kemensos.go.id* pakai NIK KTP atau di *dtsen-form.bps.go.id*.


Kalau tidak sesuai, warga harus lapor ke Operator SIKS-NG di Kelurahan/Desa atau lewat Aplikasi Cek Bansos untuk pembaruan data. Nanti BPS akan hitung ulang. 


Namun prosesnya butuh waktu lama, sementara bansos periode Oktober-Desember 2026 sudah mau disalurkan berdasarkan data desil ini. 


Warga mendesak Dinas Sosial Kabupaten Cirebon untuk turun langsung ke lapangan, jangan hanya percaya data dari pusat dan foto satelit. Karena kalau salah desil, yang sengsara rakyat kecil.

Lebih baru Lebih lama