SAMBAR.ID | SUKABUMI – Proses regenerasi kepemimpinan pemuda di tingkat kecamatan kembali bergulir. Temu Karya Karang Taruna ke-2 Kecamatan Cisolok sukses digelar pada Minggu (25/10/2026) di Aula Kantor Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi. Agenda utama acara ini adalah pemilihan dan penetapan kepengurusan baru untuk masa bakti 2026-2031.
Acara yang dihadiri oleh seluruh Ketua Karang Taruna dari 13 desa se-Kecamatan Cisolok ini berlangsung dengan khidmat dan tertib. Turut hadir dalam kegiatan tersebut jajaran Pengurus dan Kerteker (Ketua Terpilih/Ketua Sementara) Karang Taruna Kabupaten Sukabumi, Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Cisolok, perwakilan Polsek Cisolok melalui Babinkamtibmas, serta berbagai unsur kepemudaan lainnya.
Sorotan khusus muncul dari kehadiran Maulana Fajar, S.H., M.H., seorang akademisi yang juga menjabat sebagai Ketua Karang Taruna Kecamatan Cikakak. Dalam keterangannya, Maulana menjelaskan bahwa kehadirannya merupakan bentuk dukungan sekaligus representasi dari Pengurus Karang Taruna Kabupaten Sukabumi.
“Saya hadir di sini atas undangan khusus dan sebagai perwakilan pengurus kabupaten. Saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran, termasuk Forkopimcam dan unsur pemuda lainnya, yang telah menyukseskan agenda Temu Karya ke-II Karang Taruna Kecamatan Cisolok ini,” ujar Maulana Fajar usai acara.
Maulana Fajar menilai, proses suksesi di Cisolok berjalan sangat baik meskipun terdapat dua calon ketua yang sama-sama potensial. Menurutnya, dinamika tersebut tidak meruncing menjadi konflik, melainkan tetap mengedepankan asas musyawarah dan mufakat yang menjadi pondasi utama organisasi sosial kemasyarakatan ini.
“Pembentukan kepengurusan Karang Taruna berbeda dengan organisasi lain. Pondasinya adalah kekerabatan. Meskipun ada dinamika atau intrik kecil, namun kita bisa menyaksikan hari ini khususnya Temu Karya Karang Taruna Cisolok ini berjalan lancar dan aman,” tambahnya.
Lebih lanjut, Maulana Fajar menyoroti momentum Temu Karya yang sedang berlangsung hampir serentak di berbagai kecamatan di Kabupaten Sukabumi. Ia mencatat bahwa beberapa kecamatan, termasuk Cikakak tempat ia memimpin, juga tengah mempersiapkan pergantian kepengurusan. Masa jabatan SK Karang Taruna Kecamatan Cikakak sendiri akan berakhir pada tahun 2027.
“Ini adalah momentum penting menyongsong pergantian kepengurusan tingkat kecamatan hingga kabupaten. Nanti kami di Cikakak akan membuka seluas-luasnya dan selebar-lebarnya proses administrasi sesuai AD-ART dan Peraturan Menteri Sosial (Permensos),” jelasnya.
Menutup pernyataannya, Maulana Fajar menekankan pentingnya menjaga netralitas organisasi. Ia berharap Karang Taruna tetap konsisten sebagai wadah pengembangan generasi muda yang fokus pada kesejahteraan sosial, jauh dari unsur politik praktis dan pragmatis.
“Karang Taruna kan berada di bawah naungan Kementerian Sosial. Artinya, tugas kita adalah bertindak, bergerak, dan berjuang dalam bidang kesejahteraan sosial, bukan arena politik,” tegas Maulana.
Dengan terpilihnya formatur kepengurusan baru, diharapkan Karang Taruna Kecamatan Cisolok dapat terus berperan aktif dalam memberdayakan potensi pemuda demi kemajuan desa dan kecamatan di masa depan.
(Hans)















