SAMBAR.ID, Palu, Sulteng - Layanan mobile banking Bank Sulteng dikeluhkan sejumlah nasabah karena disebut mengalami gangguan selama hampir dua pekan. Kondisi tersebut turut berdampak pada aktivitas transaksi, termasuk penarikan tunai dan transfer antarbank.
Keluhan disampaikan anggota DPRD Kabupaten Sigi, Abdul Rifai Arif, yang mengaku mengalami langsung kendala layanan tersebut sebagai nasabah Bank Sulteng.
Ia menilai gangguan yang berlangsung cukup lama itu menyulitkan masyarakat, terutama karena belum adanya penjelasan yang memadai mengenai penyebab gangguan dan perkiraan pemulihan layanan.
Menurut Rifai, ketika layanan mobile banking tidak dapat digunakan secara normal, nasabah terpaksa mengandalkan mesin anjungan tunai mandiri (ATM) untuk memenuhi kebutuhan transaksi.
Namun, ia juga mengaku mengalami kendala saat menggunakan kartu ATM Bank Sulteng di mesin ATM bank lain maupun jaringan ATM Bersama.
Selain itu, transaksi transfer antarbank disebut turut mengalami hambatan jaringan. Akibatnya, nasabah memiliki pilihan yang terbatas untuk mengakses dana maupun melakukan pembayaran.
“Layanan mobile banking sudah hampir dua minggu tidak bisa digunakan karena maintenance terus. Yang kami sayangkan, tidak ada penjelasan kepada nasabah mengapa pemeliharaannya berlangsung begitu lama,” ujar Rifai kepada media ini, belum lama ini.
Ia mengatakan, gangguan tersebut semakin menyulitkan nasabah ketika berada di luar daerah yang tidak memiliki akses mudah ke ATM Bank Sulteng. Dalam kondisi tertentu, nasabah harus mencari cara lain untuk mendapatkan uang tunai atau menyelesaikan transaksi keuangan.
Rifai mencontohkan, nasabah yang berada di Makassar dapat mengalami kesulitan menarik uang apabila tidak menemukan ATM Bank Sulteng di lokasi terdekat.
Alternatif menarik uang tunai terlebih dahulu, kemudian menyetorkannya melalui bank lain, dinilai tidak praktis dan dapat menimbulkan kekhawatiran terkait keamanan jika membawa uang dalam jumlah besar.
“Kalau harus menarik uang tunai terlebih dahulu, lalu pergi ke bank lain untuk menyetorkannya, tentu merepotkan. Apalagi kalau membawa uang dalam jumlah banyak, masyarakat juga merasa khawatir,” katanya.
Ia berharap Bank Sulteng segera menyampaikan informasi resmi kepada nasabah terkait penyebab gangguan, perkembangan pemeliharaan sistem, serta estimasi waktu pemulihan layanan. Menurutnya, komunikasi yang terbuka diperlukan agar nasabah memperoleh kepastian dan dapat menyesuaikan kebutuhan transaksinya.
Keluhan serupa juga disampaikan Kepala Dinas Pangan Provinsi Sulawesi Tengah, Dr. Hj. Rohani Mastura. Melalui pesan singkat WhatsApp pada Sabtu pagi (24/10/2026), Rohani mengungkapkan kendala saat menggunakan layanan ATM Bank Sulteng ketika berada di Kabupaten Palopo, Sulawesi Selatan, untuk menghadiri pesta cucunya.
“Ini berita ATM Bank BPD Sulteng belum bisa bertransaksi ataupun mengirim, Dinda, le..! Baru saya masih di Kabupaten Palopo di acara pesta cucuku,” tulis Rohani dalam pesannya.
Ia juga mempertanyakan kendala yang terjadi pada layanan perbankan tersebut dan meneruskan keluhannya melalui status di salah satu grup WhatsApp.
Hingga berita ini disusun, belum terdapat keterangan resmi dari pihak Bank Sulteng mengenai penyebab gangguan, cakupan layanan yang terdampak, maupun target pemulihan sistem. Konfirmasi dari pihak bank diperlukan untuk memberikan penjelasan kepada nasabah terkait keluhan tersebut.**/Red.
Source : Penasulawesi.com












